Pria Kelahiran Malaysia Edarkan Pil Koplo di Temanggung

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kepolisian Resort Temanggung menangkap FF alias Boncel (21) di sebuah rumah di Aza Griya Rt 01 Rw 09 Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung karena mengedarkan obat daftar G.

Kasatres Narkoba Polres Temanggung Sri Hariyono mengatakan tersangka melanggar Primer pasal 196 yo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), Subsider Pasal 197 yo Pasal 106 ayat (1), Lebih Subsider 198 yo Pasal 108 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ia tercanman hukuman pidana penjara paling lama 10 sepuluh tahun dan pidana denda paling banyak Rp 1 miliar,” katanya, Kamis (20/09/2020).

Dia mengatakan penangkapan pria kelahiran Malaysia itu bermula dari informasi adanya peredaran obat daftar G jenis jenis Pil warna putih berlogo huruf Y dan Trihexphenidyl di wilayah hukum Polres Temanggung. Hasil penyelidikan merujuk pada Boncel, yang kemudian dilakukan penangkapan di rumahnya di perumahan Aza Griya.

Saat penangkapan, kata dia, di loteng rumah yang dijadikan gudang kedapatan satu buah kardus warna coklat yang didalamya terdapat 6 botol warna putih masing-masing botol berisi 1.000 butir pil Yarindu, 600 pil Trihexphenidyl, dan 7 pak plastik klip merk .

“Pil diedarkan pada warga khusunya kaum remaja dan muda dengan harga Rp 25.000 per paket,” kata dia.

Boncel mengatakan terpaksa menjual pil koplo karena warung angkringan miliknya sepi di masa pandemi Covid-19. Pil terlarang tersebut dibeli secara online dengan harga Rp 500 ribu per botol yang lalu dijual Rp 1 juta per botol, atau diecerkan pada mereka yang mau. ” Saya terpaksa menjual. angkringan sepi di masa Pandemi Covid-19,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI