Produktivitas Kopi Temanggung Naik Lebih dari 20 Persen

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petani kopi di Kabupaten Temanggung bungah. Produksi kopi pada musim tahun 2021 ini meningkat hingga lebih dari 20 persen dibanding tahun sebelumnya dengan harga jual yang stabil.

Ditemui di kebun, Dariyono petani kopi dari Kecamatan Gemawang mengatakan cuaca pada 2020 sangat mendukung proses pembungaan dan perkawinan serta pembuahan kopi. “Saat musim bunga cuaca sangat mendukung, tidak ada hujan angin juga tidak terlalu kencang, sehingga bunga kopinya tidak ada yang gugur, ” kata Dariyono, Rabu (11/08/2021).

Dia mengatakan produksi kopi meningkat minimal 20 persen, di petani lain yang intensif dalam perawatan seperti pemangkasan usai panen dan pemberian pupuk, produksi kopi ada yang meningkat dua kali lipat. “Petani sangat beruntung, panen berlimpah dengan kualitas yang baik,” kata dia.

Dikatakan musim panen tahun ini telah berlangsung. Biji kopi di pohon masih sekitar 70 persen. 30 persen biji kopi yang dipetik mulai diproses untuk dijadikan beras kopi. Petani memetiknya biji merah, sehingga proses panen bisa panjang, sebab petani menunggu biji masak.

“Beda dengan dahulu yang petik hijau, memang harga tidak terpaut jauh, tetapi pasar menginginkan petik merah karena rasa dan kualitas beras dan bubuk kopi sangat berkualitas,” kata dia.

Dia mengatakan pada tahun lalu dari sekitar 300 tanaman kopi miliknya bisa memproduksi 2 ton kopi merah basah, tahun ini diperkirakan akan naik menjadi 2,4 ton hingga 2,5 ton.

Petani lainnya Sarwadi mengatakan harga jual kopi merah basah masih belum beranjak naik. Saat ini masih pada kisaran Rp 5.000 hingga Rp 6.500 per kilogram. Dia mengemukakan untuk mendapatkan kopi merah matang memang tidak mudah, petani harus benar-benar telaten saat pemetikan.

Namun demikian, ketelatenan petani saat panen akan membuahkan hasil yang bagus, kualitas kopi juga akan semakin bagus, selain itu rendemen kopi juga lebih baik.

“Kali dipetik merah matang itu kopinya lebih berisi, jadi rendemennya juga bagus, kalau biasa rendemen 4 kilogram kopi basah jadi satu kilogram biji kopi kering, tapi kalau dipetik merah matang 3,5 kilogram bisa jadi satu kilogram,” kata dia.

Dia mengemukakan di Temanggung terdapat sejumlah sentra kopi arabika, diantaranya Kandangan, Bejen dan Candiroto. Kopi dari daerah tersebut dikenal bagus dan punya rasa spesifik. (Osy)

BERITA REKOMENDASI