Program Desmigratif Bantu Mantan TKI Berwirausaha

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Program desa migran produktif (desmigratif) menyasar 140 orang mantan TKI, keluarga TKI, dan calon wirausahawan di Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang dan Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih. Mereka menerima pendampingan beruba pelatihan berwirausaha dan peralatan produktif.

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan bantuan dari APBN itu disalurkan melalui Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja untuk 60 orang. Sisanya, 80 orang menerima bantuan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja. Total 140 orang menerima bantuan sarana usaha kegiatan penciptaan wirausaha baru tenaga kerja mandiri dan desmigratif.

“Mereka adalah mantan TKI maupun keluarganya. Tujuan pemberian bantuan ini agar mereka tetap bisa berpenghasilan meski sudah berhenti menjadi TKI. Saat di kampung halaman berwirausaha. Ini yang kita dampingi,” katanya kepada KRJOGJA.com, Jumat (08/03/2019).

Jenis bantuan sarana usaha berupa pelatihan menjahit untuk dua kelompok atau 40 orang dan peralatan menjahit. Peralatan yang diberikan adalah mesin obras, gunting kain, penggaris double, dan lain-lain. Sisanya 100 orang mendapatkan pelatihan tata boga tertuju lima kelompok. Adapun sarana usahanya berupa peralatan memasak.

Sebelum menyalurkan itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah menyalurkan bantuan sarana usaha lain. Bantuan disalurkan dalam rangka penciptaan wirausaha baru tenaga kerja mandiri (TKIM) melalui pola pendampingan.

Pada 2018 lalu, pendampingannya berupa padat karya infrastruktur pembangunan talud; penciptaan wirausaha baru TKM di Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo; jenis pelatihan menjahit. Selain itu penciptaan wirausaha baru TKM di Desa/Kecamatan Jatipuro dan Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso dengan jenis pelatihan dan bantuan sarana usaha tata boga.

Sularmi, penerima bantuan program Desmigratif asal Desa Buntar, Mojogedang mengatakan kelompoknya menerima peralatan memasak. Ia merintis usaha kuliner usai berhenti dari pekerjaannya di Malaysia.

“Lima tahun di Malaysia bekerja di pabrik. Dengan bantuan ini, bisa memudahkan membuat roti, onde-onde dan brownis. Ada 14 jenis perabot yang diberi pemerintah,” ujar wanita yang memiliki satu anak ini. (Lim)

BERITA REKOMENDASI