Program Padat Karya Berdayakan Masyarakat Kelurahan

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kegiatan Padat Karya non Bahan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerha Tahun 2019 dilaksanakan Pemerintah Kota Magelang. Kegiatan ini diinisiasi Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang dan dilaksanakan serentak di 17 wilayah kelurahan selama 20 hari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Gunadi Wirawan diantaranya mengatakan tujuan padat karya ini untuk membuka lapangan kerja sementara, memberdayakan masyarakat penganggur atau setengah penganggur, dari keluarga kurang mampu.

Tujuan lainnya untuk tambahan penghasilan bagi masyarakat melalui upah kerja, mendukung perolehan penghargaan Adipura, wilayah bebas kumuh, sekaligus menyambut peringatan HUT RI 2019 serta pemberdayaan masyarakat miskin.

"Kegiatan ini juga untuk mendukung program pemerintah mengurangi angka kemiskinan, dan tingkat pengangguran terbuka di Kota Magelang," katanya sambil menambahkan kegiatan padat karya ini mampu menyerap tenaga kerja sekitar 714 orang.

Sasaran kegiatan diantaranya masyarakat penganggur dan setengah pengangguran terutama dari keluarga kurang mampu, pencari nafkah utama di dalam keluarga. Lalu peningkatan kebersihan infrastruktur di lokasi yang telah disepakati masyarakat setempat.

Kegiatan padat karya non bahan tersebar di 3 kecamatan, meliputi Kecamatan Magelang Utara berupa pembersihan walet atau lumpur dan pembersihan saluran gorong-gorong. Lalu di Kecamatan Magelang Tengah berupa pembersihan walet atau lumpur, pembersihan sodetan, gorong-gorong serta aliran Kali Bening, Kali Kendali dan Kali Gowak.

"Sedangkan di Kecamatan Magelang Selatan meliputi pembersihan walet atau lumpur, pembersihan aliran Kali Lanang, Kali Gandekan, saluran gorong-gorong dan sebagainya," sebutnya.

Padat karya non bahan yang menyerap anggaran APBD Kota Magelang sebesar Rp 1.380.179.000 ini dilaksanakan masyarakat setiap hari kerja pukul 08.00 – 12.00 WIB. Khusus Hari Jumat dimulai pukul 07.30 – 11.00 WIB.

Wali Kota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Kota Magelang Sumartono SE MM, mengungkapkan kegiatan ini untuk membangun solidaritas kegotongroyongan yang tinggi di masyarakat serta terciptanya perputaran uang melalui pemberian upah kerja.

Pelaksanaan kegiatan padat karya ini dapat bersinergi dengan progam Pemerintah Kota Magelang, salah satunya yaitu program Adipura, mendukung program Kotaku atau gerakan 100-0-100 yang dikenal sebagai 100 persen akses layanan air minum, 0 persen pemukiman bebas kumuh, 100 persen akses santitasi yang layak.

"Diharapkan masyarakat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, menjaga dan memelihara sarana dan prasarana lingkungan yang bersih dan sehat serta membelanjakan upah yang diterima untuk keperluan yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga," kata Walikota Magelang. (Tha)

BERITA REKOMENDASI