Program Padat Karya Dibuka, 15 Hari Libatkan 500 Orang

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Program padat karya dibuka Pemerintah Kota Magelang serentak di 17 Kelurahan di Kota Magelang. Ada dua program yang dikolaborasi di tahun ini, yaitu Padat Karya Non Bahan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Padat Karya Program Pemulihan Ekonomi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Bertempat di Kampung Tulung Kelurahan Magelang, Senin (26/10/2020), Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT membuka padat karya tersebut. Kepala Disnaker Kota Magelang Gunadi Wirawan mengatakan tujuan padat karya antara lain menyediakan lapangan kerja sementara dan mendayagunakan tenaga kerja menganggur atau setengah penganggur dari keluarga yang terdampak Covid-19 di Kota Magelang.

“Pekerja adalah warga setempat yang telah ditentukan berdasarkan hasil musyawarah dengan pihak kelurahan, serta 8 titik lokasi padat karya program pemulihan ekonomi yang telah disurvei oleh DPUPR,” kata Gunadi.

Program ini menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat atau tenaga kerja melalui upah pekerja, serta untuk mendukung program pemulihan ekonomi bagi masyarakat Kota Magelang. Selain itu, untuk mendukung program Pemerintah Kota Magelang mengurangi kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Padat karya dilaksanakan serentak di 17 kelurahan dan 8 titik lokasi yang sudah ditentukan. Untuk padat karya non bahan, diantaranya mengerjakan pembersihan walet atau lumpur, saluran-saluran atau gorong-gorong, pembersihan sungai, termasuk pembersihan lokasi tanah longsor maupun lainnya.

Sedangkan untuk padat karya program pemulihan ekonomi, diantaranya membangun saluran Kalikota Segmen 1 di Pintu Air Kedungsari-sisi utara Masjid Agung, segmen 2 di sisi selatan Bank Jateng-Jalan Pajajaran, segmen 3 di Jalan Pajajaran-sisi selatan Aspol Jagoan dan lainnya.

“Kegiatan padat karya Non Bahan yang dilaksanakan Disnaker menyerap tenaga kerja sebanyak 544 orang dengan total upah sebesar Rp 451.350.000. Dengan rincian mandor 2 orang per kelurahan masing-masing Rp 60.000 dan pekerja 30 orang per kelurahan masing-masing Rp 55.000,” tambah Gunadi.

Belanja Material seluruhnya Rp 154.635.000, dan belanja perlengkapan dan peralatan sebesar Rp. 119.706.000 untuk 17 lokasi kegiatan padat karya. Sedangkan kegiatan padat yang dilaksanakan DPUPR menyerap tenaga kerja sebanyak 220 orang dengan total upah sebesar
Rp 179.304.000.

Walikota Magelang mengatakan di tengah pandemi ini program padat karya semakin dirasa penting sebab ada banyak diantara warga Kota Magelang yang kehilangan pekerjaan, atau terhenti usahanya karena perekonomian yang secara global memang tengah melambat.

“Oleh karena itu saya berharap dengan kegiatan ini selama 15 hari serentak di 17 kelurahan dengan melibatkan lebih dari 500 pekerja, dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya bagi yang terdampak pandemi Covid-19, dan mempercepat gerak roda perekonomian daerah,” kata Walikota Magelang. (Tha)

BERITA REKOMENDASI