Program Padat Karya Libatkan 1.088 Pekerja

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota Magelang kembali menyelenggarakan program perluasan kesempatan kerja berupa kegiatan padat karya non bahan yang berlangsung di 17 kelurahan se-Kota Magelang selama 20 hari kerja dan melibatkan 64 pekerja per lokasi.

“Total ada sekitar 1.088 pekerja yang terlibat dalam program padat karya non bahan ini, dengan total upah Rp 986 juta," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Magelang Sumartono SE MM, Kamis (14/09/2017).

Tujuan utama program ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja sementara yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat, khususnya keluarga misikin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

Kegiatan padat karya ini dilaksanakan secara bertahap berdasarkan wilayah kecamatan. Enam kelurahan di wilayah kecamatan Magelang tengah akan dilaksanakan tanggal 13 September hingga 5 Oktober 2017, wilayah Kecamatan Magelang Utara mulai tanggal 18 September hingga 10 Oktober 2017 dan wilayah Kecamatan Magelang Selatan dilaksanakan mulai tanggal 2 Oktober hingga 24 Oktober 2017.

Dikatakan Sumartono program padat karya non bahan ini memiliki banyak manfaat, antara lain pembersihan sarana dan prasarana atau lingkungan serta perbaikan sarana umum masyarakat di wilayah setempat seperti pembersihan wallet atau lumpur dan gorong-gorong.

Dijelaskan, masalah ketenagakerjaan dari waktu ke waktu masih diwarnai dengan tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi serta terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia. Berdasarkan data statistik (Magelang dalam angka) Tahun 2016, jumlah angkatan kerja di Kota Magelang 61.061 orang, jumlah yang bekerja 57.133 orang sedangkan jumlah pengangguran terbuka di Kota Magelang 3.927 orang atau 6,34 persen.

Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT saat membuka kegiatan ini di kampung Pasar Telo, Kamis, diantaranya mengatakan dari data yang ada, jumlah pengangguran terbuka di Kota Magelang terbilang tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa masih ada masyarakat di Kota Magelang yang belum dapat menikmati kesejahteraan.

“Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Magelang. Perluasan kesempatan kerja melalui program padat karya non bahan bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tenaga kerja setengah penganggur atau pengangguran sementara,” kata Walikota Magelang.

Program ini diharapkan bisa tepat sasaran.  Program ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan pekerjaan sehingga bisa mendapatkan pendapatan untuk keluarganya,” kata Sigit.

“Patut disyukuri tahun 2017 ini semua kelurahan mendapatkan alokasi padat karya insfrastruktur maupun padat karya non bahan. Tahun 2018 nanti dan seterusnya semua kelurahan tetap mendapatkan alokasi baik padat karya insfrastruktur maupun padat karya non bahan, tambahnya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI