Program Sertifikat Gratis Tapi Ditarik Biaya, Warga Loano Mengeluh

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Program sertifikat gratis dari program nasional (Prona) di Desa Banyuasin Kembaran Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo dikeluhkan warga. Dalam proses pensertifikatan tanah ini warga masih ditarik biaya oleh pihak desa dengan besaran yang berbeda.

“Warga yang tinggal di luar desa dikenakan biaya lebih besar,” kata Wahyudi, salah seorang warga, Rabu (6/3).

Dijelaskan, tanah waris yang sebelumnya dikenakan biaya Rp 500.000 per sertifikat akhirnya diturunkan menjadi Rp 400.000. Penurunan biaya itu terjadi karena adanya protes dari warga.

Sedang lainnya dalam pembuatan sertifikat ini dikenakan biaya antara Rp 350.000 hingga Rp 600.000 per sertifikat.

Biaya sertifikat ini diakui cukup memberatkan warga yang mayoritas petani. Akibatnya, banyak warga yang tidak bisa mengikuti program sertifikat gratis ini karena ketidakmampuan biaya.

Disamping biaya sertifikat, jika SPPT belum atas nama sendiri, juga dikenakan tambahan biaya Rp 100.000 per sertifikat. “Karena warisan ada warga yang sertifikat dan SPPT-nya masih atas nama orangtuanya,” kata Ny Witri yang kini tinggal di luar desa Banyuarin Kembaran.

Menurut Pj Kades Banyuasin Kembaran Suyanto, biaya sertifikat ini sudah menjadi kesepakatan warga melalui pertemuan yang melibatkan para tokoh masyarakat. “Tapi waktu itu saya belum menjabat sebagai Pj Kades,” katanya. (Nar)
 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI