Proyek Jalan Tembus Kebumen Banjarnegara Urung Dikerjakan

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN (KRJOGJA.com) – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen untuk merampungkan pembangunan jalan tembus Kebumen – Banjarnegara melalui  Sadang Kulon – Srisip di tahun 2017, gagal dilaksanakan. Padahal, pemenang  lelang proyek senilai Rp 5 miliar dari APBD 2017 Jawa Tengah tersebut sudah  ditetapkan.

" Namun menjelang pengerjaan proyek, kami menemukan kekeliruan dalam surat  izin pinjam pakai atau pertek (pertimbangan teknis) yang dikeluarkan oleh Perum Perhutani. Apa boleh buat, proyek pun urung dikerjakan karena pertek harus direvisi," ungkap Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan  Ruang (PUPR) Kebumen, Hanna Widiawati MT, di ruang kerjanya, Kamis  (05/10/2017).

Menurut Hanna, di tahun 2017 pengerjaan proyek jalan tembus melalui Desa Sadang Kulon Kecamatan Sadang Kebumen menuju Srisip Desa Kebutuhduwur  Kecamatan Pagedongan Banjarnegara, memasuki tahap akhir dengan panjang jalan 5 kilometer. 3 kilometer diantaranya adalah lahan milik Perum  Perhutani.

" Permohonan izin pemakaian lahan kepada Perhutani dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sesuai kebutuhan proyek, berupa lahan sepanjang 3 kilometer dan lebar 13 meter. Perinciannya, lebar badan jalan 5 meter, bahu jalan 3 meter dan tebing miring 5 meter. Tebing berbentuk miring untuk mencegah longsor karena berada di kawasan pegunungan," jelas Hanna.

Namun setelah Pertek Perhutani tersebut diteliti lagi, ternyata lebar lahan  yang diberikan untuk proyek hanya tercantum  8 meter, bukan 13 meter. Mendapati kekeliruan itu, Pemkab Kebumen segera berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah untuk meminta revisi pertek kepada Perum Perhutani.

" Permohonan revisi sudah diajukan pada 25 Agustus 2017 lalu. Namun hingga  5 Oktober 2017 Perhutani belum memberikan kepastian tentang kapan persetujuan  revisi dikeluarkan. Bahkan, Pemkab Kebumen diminta menyiapkan anggaran guna  membayar jumlah pohon yang akan ditebang akibat revisi pertek tersebut. Kami pun meminta kepada Pemprov Jawa Tengah agar proyek ini ditunda untuk dikerjakan tahun depan," beber Hanna. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI