PT APC Bantah Tidak Berpengalaman Kerjakan Rumah Sakit

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – PT Adikarya Putra Cisadane (APC) memberi klarifikasi terkait pemberitaan media massa yang menyebut pelaksana pembangunan RS Tipe C Purworejo tahap II tahun 2019 itu tidak berpengalaman membidangi pekerjaan rumah sakit. PT APC membeberkan bukti dan menghadirkan saksi bahwa perusahaan itu memiliki pengalaman mengerjakan pembangunan rumah sakit.

Koordinator pelaksana pekerjaan PT APC Slamet Riyadi mengatakan, klarifikasi dilakukan untuk menjelaskan duduk persoalan yang selama ini dinilai menyudutkan pihak perusahaan. “Maka saya hadirkan di sini Direktur Utama PT Pilar Cadas Putra (PCP) Bapak Bambang Nugroho, dimana kita pernah kerjasama dan pengalaman pekerjaan itu kami lampirkan ke dalam dokumen lelang,” ungkapnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Kamis (12/03/2020).

Menurutnya, PT APC dan PT PCP pernah melakukan kerjasama dalam pembangunan RS Bhakti Asih di Tangerang Banten tahun 2016. PT APC menjadi subkontraktor dan mengerjakan pembangunan rumah sakit swasta itu.

Namun, pengalaman itu dipertanyakan sejumlah pihak yang menganggap kualifikasi tersebut tidak valid karena tidak ditemukan saat ditelusuri di situs LPJK.net. Sementara pada pelaksanaan tender, PT ACP tetap melampirkan bukti fisik pengalaman pekerjaan RS Bhakti Asih itu.

Menanggapi hal tersebut, Dirut PT PCP menjawab bahwa perusahaannya memang tidak mencantumkan pengalaman mengerjakan RS Bhakti Asih ke situs LPJK.net. Menurut Bambang, pihaknya tidak mencantumkan karena pertimbangan perusahaannya belum siap naik kelas.

Perpres, lanjutnya, mengatur perusahaan masuk ketegori besar jika pernah mengerjakan proyek yang nilainya dikalikan tiga, dengan hasil perkaliannya minimal Rp 50 miliar. “RS Bhakti Asih nilai kontraknya Rp 33 miliar, dikali tiga jadi hampir seratus miliar rupiah, jika itu dicantumkan, kami harus naik jadi kelas B atau perusahaan besar dan bersaing dengan BUMN, tentu perusahaan kami akan kewalahan, sulit dapat pekerjaan,” terangnya.

Perpres, katanya, memberi kelonggaran perusahaan untuk mencantumkan pengalaman sesuai kemampuan perusahaan tersebut. “Tapi yang jelas adalah benar, bahwa PT APC pernah menjalin kerjasama dengan kami, membangun RS Bhakti Asih Tangerang. Dokumennya ada dan lengkap,” tegasnya.

Dalam pemberitaan yang beredar, mengemuka adanya dugaan pemenang tender pembangunan RS Tipe C Tahap II senilai Rp 36 miliar, melakukan kecurangan. Perusahaan dinilai tidak memenuhi kualifikasi pengalaman kerja. Pekerjaan tahap kedua itu adalah bidang mekanikal elektrikal meliputi lift, pendingin ruangan, gas medis, lampu, dan keramik lantai dasar. (Jas)

BERITA REKOMENDASI