PT KAI Bantu Hijaukan Lereng Sumbing, Sindoro dan Prahu

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – PT KAI Daerah Operasional VI Yogyakarta bantu reboisasi di lereng gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu untuk mengembalikan kelestarian alam. Bantuan disampaikan langsung oleh Kepala PT KAI DAOP VI Yogyakarta Asdo Artriviyanto dan diterima Bupati Temanggung Al Khadziq, Kamis (28/01/2021).

Kepala PT KAI DAOP VI Asdo Artriviyanto mengatakan bantuan sebagai salah satu komitmen kepedulian PT KAI terhadap kelestarian lingkungan. Bantuan diambilkan dari dana CSR, yang untuk di Temanggung bantuan pohon senilai Rp 200 juta. “Kami peduli pada lingkungan hidup dengan bantuan pohon untuk penghijauan,” kata Asdo Artriviyanto.

Dikatakan meski yang dihijaukan di lereng-lereng gunung di Temanggung dan bukan wilayah Yogyakarta, tetapi manfaatnya akan dirasakan juga oleh masyarakat di Yogyakarta. Sebab pelestarian alam akan mengembalikan sumber mata air, dan air tersebut akan mengalir ke sunga-sungai di DIY.

Nantinya, terang dia, ada tiga bibit pohon dari PT KAI DAOP VI, yakni pohon beringin, aren dan bambu. Bantuan pohon disesuai permintaan dari Pemkab Temanggung.

Bupati Temanggung, Al Khadziq mengatakan pemkab punya program Sabuk Gunung untuk menghijaukan lereng gunung Sindoro, Sumbing dan Prahu yang tandus. Pohon beringin, aren dan bambu sangat cocok ditanam di wilayah yang mengalami kerusakkan.

“Debit mata air di Temanggung menurun dan ada yang mati, melalui penghijauan diharapkan debit air meningkat. Cadangan air kembali melimpah,” katanya.

Ia menyampaikan terimakasih meski PT KAI tidak operasi di Temangung tetapi peduli dengan keselitan yang dihadapi untuk pelestarian alam. Tanaman dari PT KAI tersebut akan ditanam pada Oktober mendatang. Sebab jika ditanam saat ini dikhawatirkan akan mati karena curah hujan terlalu tinggi yang kemudian kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Kabupatyen Temanggung Joko Nuryanto mengatakan di lahan pertanian milik petani yang ada di lereng-lereng gunung tersebut akan ditanam pohon keras berupa buah-buahan dan hortikultura. “Pohon ini cocok untuk reboisasi atau penghijauan juga hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga akan menggali berbagai komoditas yang dapat ditanam di pekarangan yang hasilnya menambah penghasilan petani, seperti alpokat, kopi dan beberapa jenis komoditas lain.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono mengatakan lahan kritis di lereng Gunung Sindoro, Sumbing dan Prahu seluas 13.000 hektare. Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk membantu reboisasi.

“Dari APBD dianggarkan sebesar Rp 2,5 miliar, dan kami menggandeng berbagai pihak untuk terlibat, termasuk BUMN yang diantaranya PT KAI,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI