PT KAI Daop V Pantau Daerah Rawan Bencana

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan membuat PT KAI Daop V Purwokerto melakukan siaga dan memantau di jalur kereta api (KA) di titik daerah-daerah rawan bencana alam. Di wilayah Daop 5 Purwokerto diketahui ada beberapa titik rawan yang berpotensi menimbulkan banjir dan longsor.

“Karena kondisi daerah yang sebagian berbukit dan banyaknya sungai disepanjang jalur KA. Titik-titik rawan tersebut antara lain, rawan amblesan, tanah labil di antara stasiun seperti di linta Banjar – Langen,” kata Manajer Humas PT KAI Daop V Purwokerto Supriyanto, Jumat (25/01/2019).

Ditambahkannya, ada pula lokasi rawan longsor antara Stasiun Kawunganten – Jeruklegi, Stasiun Jeruklegi – Lebeng, Stasiun Tambak – Ijo, Stasiun Prupuk – Songgom. Kemudian antara Stasiun Slawi – Prupuk, Stasiun Prupuk – Linggapura, Stasiun Linggapura – Bumiayu. Untuk rawan banjir, antara Stasiun Linggapura – Bumiayu, Stasiun Bumiayu – Kretek dan sepanjang jalur KA yang ada sungainya.

Berkaitan dengan kondisi tersebut PT KAI Daop V Purwokerto terus melakukan pemantauan dan pengecekan rutin terhadap daerah-daerah rawan tersebut. Pengecekan dan pemantuan dengan mengintensifkan petugas pemeriksa jalur KA serta menempatkan petugas pemantau.

"PT KAI Daop V sudah mengantisipasi dengan melakukan pengecekan dan pembersihan saluran air, tebing. Juga kami lakukan pemantauan aliran-aliran sungai yang dilewati jalur KA," ungkapnya.

Selain itu PT KAI Daop V juga tetap menyiapkan alat material untuk siaga (Amus). Amus ini berisi antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel dan alat siaga lainnya. Untuk  Amus ditempatkan di 20 lokasi yang telah ditentukan dan mudah terjangkau, beserta Tim Flying Gank (unit reaksi cepat). (Dri)

BERITA REKOMENDASI