PT KAI, Dinhub dan Kepolisian Sosilisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Sebagai upaya untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang (perlintasan kereta api) PT KAI Daop 5 Purwokerto, Dinas Perhubungan (Dinhub), Polres Banyumas, Selasa (17/9/2019) menggelar sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang di enam titik, salah satunya perlintasan KA Jalan Veteran Purwokerto.

 

" Kegiatan sosialisasi keselematan perlintasan sebidang ini merupakan tindak lanjut dari  Focus Group Discussion  dilaksanakan di Jakarta pada 6 September lalu,yang diikutu stakeholder terkait perlintasan sebidang, mulai dari Komisi V DPR RI, Kemenhub, Kemendagri, Bappenas, Polri, Pengamat, Akademisi, di Jawa-Sumatera," kata  Vice Presiden PT KAI Daop 5 Purwokerto, Setiyono.

Ia mengharapkan dengan adanya sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang ini, para pengguna jalan bisa menaati rambu rambu  di perlintasan KA, dan tidak menabrak kereta api. "Karena jika menabrak kereta api akibatnya fatal," jelas Setiyono.

Ia menambahkan dalam tahun 2019 di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto ada 37 kejadian kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa.
Kemudian jumlah perlintasan sebidang sebangak 269 perlintasan dengan rincian 102 perlintasan sebidang yang resmi dan 167 perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 70.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto menambahkan salah satu faktor tingginya angka kecelakaan pada perlintasan  terjadi lantaran  para pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi.

Meski sesuai  Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyatakan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib, berhenti ketika sinyal sudah berbunyi,dan mendahulukan kereta api. (Dri)

BERITA REKOMENDASI