Puluhan Ribu KTP Invalid dan Rusak Dimusnahkan

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Temanggung memusnahkan 30.332 keping kartu tanda penduduk invalid, rusak dan tidak terpakai agar tidak disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, Kamis (20/12/2018).

Pemusnahan secara simbolis dilakukan bersama oleh Bupati Temanggung Al Khadziq, Ketua KPU Kabupaten Temanggung Muhammad Yusuf Hasyim, Wakapolres Kompol Sugiyatmo, dan Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo serta sejumlah perwakilan sejumlah instansi dengan cara dibakar.

PLT Kepala Disdukcapil Widiyatmoko mengatakan pemusnahan ini berdasar surat edaran dari menteri dalam negeri tertanggal 13 Desember 2018 lalu. Diinstruksikan pemusnahan dengan cara dibakar dan disaksikan oleh polisi, Satpol PP dan masyarakat. 

Dia mengatakan sebelumnya Disdukcapil pada Maret 2018 sudah memusnahkan 3380 keping KTP dengan cara dilubangi, pada Oktober 2018 pemusnahan dengan cara di potong bagian pojok kanan dan awal Desember 2018 lalu sebanyak 3198 dengan cara dibakar. 

" Kami sudah laporkan pemusnahan itu pada instansi diatas," katanya.

Dia mengatakan KTP yang dimusnahkan itu karena sudah tidak berlaku, invalid, akibat alih status, rusak dan tidak terpakai. Kemungkinan KTP serupa masih ada karena saat ini masih ada penarikkan atau perekaman di tingkat kecamatan.  " Nanti KTP tersebut akan dimusnahkan juga," katanya. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo mengatakan pemusnahan pasti dilakukan oleh pemerintah daerah yang dalam hal ini adalah Disdukcapil, namun karena terkadung viral akibat ada kesembronoan oknum staf salah satu dinas yang membuang dan memusnahkan tidak sesuai aturan lalu ada kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri pemusnahan dengan cara dibakar. 

" Sebelumnya cukup dilubangi dan di potong," katanya.

Dia mengatakan jumlah KTP yang dimusnahkan menjadi banyak, karena kemarin belum sempat dimusnahkan dan terkumpul. Seharusnya, ada sepuluh atau seratus keping KTP sudah dimusnahkan. 

Saat ini, katanya tahun politik, sehingga apapun menjadi pembahasan politik, termasuk KTP invalid, rusak dan tidak terpakai. Diharapkan pemusnahan tersebut semakin menciptakan kondisi Temanggung yang kondusif.

Sebagai politisi pihaknya tidak khawatir dengan penggunaan KTP yang sudah ditarik itu pada saat pencoblosan, sebab penyelenggara pemilu seperti KPPS sangat teliti dalam memeriksa data warga yang akan mencoblos. "KPPS sangat teliti, pasti ketahuan jika menggunakan KTP rusak," katanya. (Osy) 

BERITA REKOMENDASI