Pungangan Jadi Desa Lumbung Darah Pertama di Jateng

Editor: Ivan Aditya

WONOSOBO, KRJOGJA.com – Penutupan program TMMD Sengkuyung Tahap II 2020 di Desa Pungangan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo, Rabu (29/07/2020) ditandai dengan pencanangan desa setempat sebagai Desa Lumbung Darah di Wonosobo sekaligus yang pertama di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Pencanagan Desa Lumbung Darah tersebut dilakukan oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo bersama Dandim 0707 Wonosobo Letkol CZi Wiwid Wahyu Hidayat, sekaligus menutup program TMMD yang telah berhasil membangun akses jalan desa, rolak jalan, gorong-gorong, maupun pembangunan non fisik lainnya.

Bupati mengucapkan terimakasih dan apresiasi mendalam, atas kepedulian serta solidaritas warga Desa Pungangan bersama jajaran TNI Kodim 0707 yang telah menginisiasi berdirinya Desa Lumbung Darah. “Mudah-mudahan kelompok donor darah yang telah berdiri ini akan banyak membawa kemanfaatan untuk kemanusiaan. Mari kita tingkatkan kepedulian dan solidaritas kita bersama, demi Wonosobo berdaya dan sejahtera,” ujarnya.

Dandim 0707 Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat mengatakan, kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II 2020 mengambil tema ‘TMMD Pengabdian Untuk Negeri’, makna yang terkandung dalam makna tersebut adalah bahwa TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat secara bersama-sama melaksanakan proses percepatan pembangunan terhadap fasilitas umum dan fasilitas sosial untuk kesejahteraan masyarakat. Termasuk inisiasi mengukuhkan Desa Pungangan sebagai Desa Lumbung Darah di Wonosobo sekaligus yang pertama di Jateng.

Menurut Dandim, inisiasi pencetusan Desa Lumbung Darah ini bermula dari keprihatinan Kodim terhadap permasalahan kekurangan stok darah yang sering dialami di Wonosobo. Apalagi disaat pandemi Covid-19 ini kebutuhan darah meningkat tetapi pedonor yang mendonorkan darahnya sangat sedikit. Kodim pun telah melaksanakan aksi kemanusiaan donor darah massal dan saat ini bersama-sama masyarakat Desa Pungangan mencanangkan berdirinya Desa Lumbung Darah dengan anggota sekitar 150 orang dan yang aktif donor sekitar 120 orang.

“Semoga dengan adanya pencanangan Desa Lumbang Darah pertama baik di tingkat kabupaten maupun tingkat Propinsi Jawa Tengah ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Pada akhirnya mampu memenuhi kebutuhan akan darah di daerah,” tandasnya.

Kepala Desa Pungangan Supriyono, mengungkapkan kelompok Donor darah di desanya telah berdiri sejak 8 Juli 1990 atas inisiatif kelompok pengajian dengan peserta awal 7 orang. Kelompok ini dilatarbelakangi adanya salah seorang warga yang sakit saat itu dan butuh bantuan tambah darah. Kemudian tercetuslah kelompok donor darah di dusun Dusun Kleyang Desa Pungangan yang anggotanya terus bertambah hingga sekarang.

Sampai saat ini, paparnya, jumlah anggota kelompok sudah mencapai 150 orang, dan yang aktif 120 orang. Rata-rata usia antara 20 tahun sampai dengan 71 tahun. Mereka sudah mendonorkan darah sampai 40 kali bahkan ada yang sudah sampai 87 kali. (Art)

BERITA REKOMENDASI