Pupuk dari Urin Tingkatkan Hasil Pertanian

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG (KRjogja.com) – Berkat inovasinya, Nur Waluyo (45) warga Gowok, Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, mampu meningkatkan hasil panennya. Bahkan kini banyak petani disekitar rumahnya yang menirunya.

Pada awalnya, ia hanya mencoba-coba dari hasil ia mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan Pemkab Magelang tentang pemanfaatan urin sapi. Kebetulan, ia memiliki beberapa ekor sapi dirumahnya.

“Meski tergolong bahan yang menjijikan, namun ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi manusia khususnya di bidang pertanian. Yakni sebagai pupuk organik dan insektisida organik,” katanya.

Dijelaskan, jika satu ekor sapi dengan bobot badan 400 – 500 kg dapat menghasilkan limbah padat dan cair sebesar 27,5 – 30 kg/ekor/hari. Sebagai limbah organik yang mengandung lemak, protein dan karbohidrat, apabila tidak cepat ditangani secara benar, maka dapat menimbulkan kotoran disertai dampak negatif yang ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara dan sumber penyakit.

Proses pembuatannya sangat mudah yaitu dengan proses fermentasi. Pada awalnya, ia menyiapkan dua bak penampungan ukuran 1 meter kubik sebagai tempat fermentasi. Kemudian satu talang (pralon) air untuk menyalurkan urine sapi ke dua bak penampungan tersebut. Dinilai sudah cukup penuh (sekitar 100 liter), dicampur dengan tetes tebu, aneka campuran bahan jamu yang telah dihaluskan seperti jahe, brotowali, laos, kencur dan lainnya. Akan lebih maksimal, jika ditambahkan dengan bakteri dekomposer (misalnya EM4).

Setelah semua komponen itu jadi satu, diaduk sampai rata dan ditutup rapat selama 15 hari sampai 21 hari. Selama proses fermentasi, tiga hari sekali dibuka dan diaduk-aduk lagi untuk menghilangkan kandungan gas amonia. Setelah itu, siap digunakan.

“Intinya adalah, kita membuat banyak bakteri. Karena dengan bakteri ini, mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah. Tak hanya itu, tapi juga meningkatkan ketersediaan nutrisi dan senyawa organik pada tanah. Kemudian, mempercepat pengomposan sampah organik atau kotoran hewan dan terpenting mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan meningkatkan produksi tanaman serta menjaga kestabilan produksi,” jelasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI