Purworejo Belum Mampu Mandiri Secara Ekonomi

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo hingga kini belum mampu mandiri secara ekonomi. Masih sangat bergantung pada bantuan keuangan baik pemerintah pusat maupun provinsi. Terlebih pendapatan asli daerah (PAD) hanya dirancang sebesar 14,7 persen dari total kebutuhan APBD tahun 2018.

“Pendapatan sebesar itu hanya mampu untuk membayar belanja bunga,” kata juru bicara Fraksi Gerinda DPRD Purworjeo Nur Hidayat P, Senin (30/10).

Sebelumnya dalam rapat paripurna DPRD yang membahas tentang APBD tahun 2018, Nur Hidayat P menandaskan, bahwa RAPBD sebesar Rp 1.969.871.036.642, banyak kegiatan yang direncanakan merupakan kegiatan rutin yang dijalankan setiap tahun. “Kegiatan rutin ini belum mempu meningkatkan kemakmuran masyarakat secara signifikan,” tandasnya.

Dikatakan, PAD sebesar Rp 266.910.235.042 itu pun turun sebesar Rp 2.111.174.887 jika disbanding dengan PAD tahun sebelumnya. Dan jika dilihat dari rencana sumber pendapatan ABPD tahun 2018, sagat terlihat jika Pemkab Purworejo belum mempunyai kemandirian decara ekonomi.

Penurunan PAD ini lanjut Nur Hidayat P, merupakan sebuah degradasi ekonomi Kabupaten Purworejo. Tidak ada langkah visioner dari Pemkab Purworjeo dalam pembangunan ekonomi. “Belum telihat upaya konkret dari Pemkab Purworjeo untuk mencapai visi Purworejo yang terwujudnya Kabupaten Purworjeo yang semakin sejahtera,” paparnya.

Dijelaskan pula bahwa, penurunan PAD dan kenaikan belanja tidak langsung bukan merupakan sebuah peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Tapi justru sebuah penurunan kesejahteraan,” keluhnya.(Nar)

BERITA REKOMENDASI