Purworejo Masuk Peta Rawan Pilkada 2020

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kabupaten Purworejo dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi dalam Pilkada 2020. Bahkan Purworejo menempati urutan kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Kendal.

Tingkat kerawanan ini berdasar pada indeks kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada serentak 2020 yang disusun Bawaslu RI, dimana Purworejo mendapat skor 57,38, sedang Kabupaten Kendal mendapat skor 65,33.

“Untuk tingkat kerawanan di Jawa Tengah Purworejo menempati rangking dua. Tapi untuk tingkat nasional berada pada rangking 43. Sedang Kendal pada tingkat nasional berada pada peringkat 14,” kata Koordinator Divisi Hukum Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Purworejo Rinto Hariyadi SSosI, Sabtu (7/3).

Bawaslu RI katanya, mengelompokan tiga kategori dalam penilaian kerawanan yakni rawan ringan (skor 36,12 hingga 43,06), rawan sedang (43,07 – 56,94) dan rawan tinggi (56,95 – 63,88).

Menurut Rinto Hariyadi, ada empat dimensi yang dijadikan dasar dalam menyusun IKP yakni dimensi konteks sosial dan politik, Pemilu yang bersih dan adil, kontestasi dan terakhir partisipasi pemilih.

“Dari keempat dimensi itu, untuk Purworejo paling rawan dimensi partisipasi pemilih dengan skor 84,75. Pada dimensi ini Purworejo menempati peringkat pertama,” tambahnya.

Dimensi partisipasi pemilih indikatornya, partisipasi dibawah 77,5 persen pada Pemilu/Pilkada sebelumnya, rendahnya partisipasi publik dalam melakukan pengawasan, rendahnya partisipasi peserta Pemilu dalam proses edukasi politik masyarakat, rendahnya partisipasi partai politik dalam pengusungan calon kepala daerah dan jumlah suara tidak sah.

Kerawanan lainnya dimensi kontestasi. Indikatornya diantaranya praktik politik uang, mahar politik, penggunaan fasilitas negara untuk kampanye, pemasangan alat peraga kampanye tidak sesuai aturan, konflik antarpendukung, konflik antarpeserta, dan praktik politik uang dalam bentuk kegiatan masyarakat. “Indikator ini terjadi pada Pemilu 2019 kemarin,” jelasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI