Purworejo Siaga Penuh Antisipasi Virus Corona

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo bersiaga mengantisipasi serangan virus Corona yang merebak di sejumlah negara akhir-akhir ini. Seluruh fasilitas kesehatan di Purworejo, telah memiliki tim dan siap memeriksa apabila ada keluhan mirip gejala virus tersebut.

Virus corona dikenali dengan gejala batuk, pilek, sesak nafas, suhu tubuh melonjak, dan setelah ditelusuri ada indikasi kontak dengan orang atau binatang sakit. “Jika mengalami gejala demikian, segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Petugas akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab sakitnya pasien,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo dr Sudarmi, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Kamis (6/2).

Menurutnya, pemeriksaan mendalam untuk mengetahui virus Corona antara lain dengan rontgent, pemeriksaan swab, dan tenggorokan. Namun, Sudarmi berharap tidak satupun warga Purworejo yang terjangkit.

Kendati virus dengan nama resmi 2019-nCoV itu belum ada vaksinnya, katanya, bukan berarti serangannya bisa diantisipasi. “Antisipasinya dengan mengutamakan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai sabun, mengenakan masker, dan tidak kontak dengan orang atai hewan yang diduga menjadi pembawa penyakit,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Drs Said Romadhon mengimbau masyarakat tidak panik dan resah dengan ancaman Corona. Namun, masyarakat harus waspada dengan mengedepankan perilaku hidup bersih.

Untuk meningkatkan kewaspadaan, pemkab mengundang organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, untuk mengikuti sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan di Ruang Arahiwang kompleks Setda Purworejo, dengan pemateri spesialis paru RSUD Dr Tjitrowardojo dr Arry Setyowati SpP MKes. “Virus Corona tidak seheboh yang digembar-gemborkan, tetapi kita wajib selalu waspada. Setelah sosialisasi, kita jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah virus itu,” tuturnya.

Jumlah penduduk Purworejo mencapai kurang lebih 800 ribu dan tersebar di berbagai belahan dunia. Persebaran penduduk itu menyebabkan tingginya mobilisasi masyarakat keluar-masuk Purworejo. “Penyakit itu erat kaitannya dengan mobilisasi atau pergerakan manusia, maka kita wajib siaga penuh. Alhamdulillah tidak ada warga Purworejo atau warga kita di luar negeri yang terjangkit virus itu,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI