Puskesmas di Purworejo Belum Miliki Apoteker

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO(KRjogja.com) Sebanyak 27 puskesmas di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo belum memiliki apoteker. Pemerintah kabupaten memiliki waktu hingga tahun 2017 untuk memenuhi kekurangan tersebut sesuai amanah Permenkes 30 Tahun 2014.

Persoalan itu terjadi di seluruh kabupaten wilayah Jawa Tengah. "Untuk Jawa Tengah sendiri jumlah puskesmas yang memiliki apoteker kurang dari sepuluh persen. Untuk tingkat nasional, bahkan masih 92 persen puskesmas Indonesia tanpa apoteker," tutur Drs Jamaludin Al Jef APt, Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah, kepada KRjogja.com, Sabtu (20/8).

Menurutnya, kurangnya jumlah apoteker yang dimiliki fasilitas kesehatan bisa berdampak pada kurangnya kualitas pelayanan obat dan farmasi kepada masyarakat. Padahal, undang-undang mengamanahkan pelayanan obat dan farmasi harus dilakukan ahlinya, yakni apoteker.

Apoteker, lanjutnya, memiliki keahlian dalam menjaga kualitas produk, penyimpanan dan distribusi obat. "Karena itu apoteker menjadi penanggung jawab pada setiap lini, mulai pabrik obat, pedagang besar farmasi, apotek dan rumah sakit sebagai pengguna obat," ujarnya.

Jamaludin mengaku tidak heran dengan peredaran vaksin palsu yang diungkap Bareskrim Mabes Polri beberapa minggu lalu. Kejadian itu sebagai imbas tugas dan fungsi apoteker dikesampingkan. Apoteker, katanya,  pasti akan menelusuri apabila ada tawaran obat dari pedagang, cek legalitas pedagang dan tidak asal tergiur harga murah. "Fungsi kami menyiapkan obat yang aman, berkualitas dan memberi manfaat kesembuhan. Tidak heran jika ada rumah sakit tidak mengetahui legalitas pedagang obat mereka, sebab apoteker tidak diberi peran yang benar," terangnya.

Untuk mencegah peristiwa tersebut terulang, pemerintah harus konsisten menerapkan regulasi yang dibuat. Dikatakan, pemerintah sudah membuat payung hukum yang menjamin tugas apoteker sebagai ujung tombak pelayanan obat dan farmasi. "Penegakan diperkuat, akses apoteker pada fasilitas kesehatan diperbanyak dan harus diingat, dokter hanya bertugas mendiagnosa penyakit serta menggunakan obat yang disiapkan apoteker," tegasnya.

Ketua Pengurus Cabang (PC) IAI Kabupaten Purworejo Drs Wasilin Apt MSc mengemukakan, kurangnya apoteker pada puskesmas di Purworejo karena faktor rekrutmen PNS. Formasi apoteker jarang masuk ke dalam proses rekrutmen. Tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan dalam rekrutmen adalah dokter dan perawat.

Wasilin mengemukakan, apoteker masih menghadapi tantangan internal dan eksternal. Tantangan internal berupa peningkatan kualitas yang diupayakan dengan menggelar pendidikan farmasi berkelanjutan secara rutin. "Adapun tantangan eksternal adalah belum samanya pradigma yang sama antar stake holder kesehatan tentang praktik kefarmasian yang baik," ucapnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI