Putusan MA Bangkitkan Semangat Warga Terdampak Bendung Guntur

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang menolak kasasi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), BPN, dan Kementerian PUPR terkait ganti rugi lahan terdampak proyek nasional Bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, disambut suka cita warga terdampak. Mereka seakan memiliki harapan baru untuk mendapatkan haknya secara layak.

“Mereka sangat berharap akan keadilan. Mendapatkan haknya yang layak,” kata wakil warga masyarakat terdampak Bendung Guntur R Muhammad Abdullah SE SH, Kamis (23/07/2020).

Putusan MA itu katanya, juga menguatkan putusan Pengadilan Negari (PN) Purworejo, yang diajukan warga Desa Guntur atas nama Maksum (62).

Putusan MA ini kata Muhammad Abdullah secara hukum belum mewakili seluruh warga terdampak sebanyak 153 orang. Ini baru dari tuntutan warga atas nama Maksum (62). “Sedang 153 warga terdampak lainnya, kini masih dalam proses di PN Purworejo,” jelasnya.

Di hadapan warga terdampak Bendung Guntur di halaman PN Purworjo Muhammad Abdullah yang juga anggota DPRD Purwoejo ini menjelaskan, bahwa putusan MA ini ternyata tidak berlaku untuk semuanya meskipun tuntutan, lokasi dan perkaranya juga sama.

Sebelumnya warga terdampak proyek nasional Bendung Guntur ini hanya akan diberi ganti rugi lahan sekitar Rp 50 hingga Rp 60 ribu per meter. Itu saja mereka tidak diberi sosialisasi sesuai harapan. Sedang dari gugatan Maksum, PN Purworejo mengabulkan ganti rugi naik 200 persen dari harga yang ditentukan secara sepihak.

Atas keberhasilan perjuangan Maksum ini, warga juga sempat menghadiahkan ayam jago kepada Muhammad Abdullah dan Ketua PN Purworejo Sutarno SH MHum sebagai lambang keberanian melawan ketidakadilan.

“Masyarakat dalam mencari keadilan tidak boleh memberi apapun kepada kami. Apalagi PN Purworejo sedang menjaga integritas untuk tidak ada KKN apapun bentuknya,” kata Sutarno yang terus didesak untuk menerima ayam jago itu. (Nar)

BERITA REKOMENDASI