PWI Temanggung Latih Bawaslu Perdalam Jurnalistik

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Temanggung melatih penulisan jurnalistik dan artikel populer terkait demokrasi dan kepemiluan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten setempat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung Erwin Nurahmani Prabawati mengatakan ilmu jurnalistik, kepiawaian penulisan pemberitaan dan penulisan artikel ilmiah populer dibutuhkan Bawaslu untuk sosialisasi demokrasi dan kepemiluan pada masyarakat.

“Kami merasa, tulisan yang kami buat perlu dipertajam, sehingga meminta bantuan teman-teman PWI untuk melatih menulis berita dan artikel ilmiah populer agar lebih enak dibaca masyarakat,” kata Erwin kepada KRJOGJA.com, Rabu (19/02/2020).

Dia mengemukakan pelatihan tersebut dihelat dalam acara bertajuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia Bawaslu menjadi lembaga publik yang terbuka responsif dan aksesible, yang dilangsungkan pada Selasa (18/02/2020) hingga Rabu (19/02/2020). “Pelatihan juga sebagai gerakan peningkatan literasi di Bawaslu Kabupaten Temanggung dan masyarakat,” katanya.

Dikatakan selain penulisan, juga belajar tentang pengambilan foto dan gambar gerak. Sosialisasi melalui media sosial, bulletin, majalah dan pemberitaan dalam wujud lain. Maka itu diperlukan kemasan pemberitaan yang menarik agar dibaca dan pesan yang disampaikan tercapai.

Wakil Ketua PWI Kabupaten Temanggung Arif Zaini Arrosyid mengatakan diperlukan pemahaman mendalam dan benar tentang materi yang akan ditulis sebagai berita, untuk menghindari kesalahan.

“Jangan sampai berita jadi hoax. Ini akan menimbulkan kegaduhan. Berita itu menginformasikan hal sebenarnya terjadi dengan bahasa yang mudah dicerna,” katanya.

Dikatakan selain teknik penulisan, penulis berita sebenarnya harus pula mengetahui sosiologi, antropologi dan peta politik masyarakat setempat. Pengetahuan ini sangat diperlukan, untuk mendukung kedalaman penulisan, pilihan kata dan tata bahasa, sehingga produk tulisan menarik dan tepat sasaran.

“Menulis itu sebuah seni tersendiri. Hasilnya berupa tulisan yang enak dibaca, indah, sarat informasi dan mencerdaskan, serta membuka kesadaran masyarakat,” katanya. (Osy)

BERITA TERKAIT