Rakor Upsus Pajale Kabupaten Kebumen

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Dr Suwandi memimpin rakor upaya khusus (upsus) padi jagung kedele (pajale) Kabupaten Kebumen untuk target bulan Oktober dan November. Suwandi mengapresiasi capaian luas tambah tanam (LTT) padi Kebumen, khususnya untuk bulan Oktober 2017 sampai September 2018.

Dibandingkan periode 2016 2017 dibulan yang sama, Kebumen surplus 2.901 ha. Ini membuat LTT Kebumen masuk 5 besar di Jateng. Hal ini disampaikan Dirjen Hortikultura horti pada rakor upsus pajale di Aula Distapang Kebumen Selasa (30/10/2018).

Hadir dalam rakor diantaranya, Ir Pudji Rahayu (Kadistapang Kebumen), Ir Ali Rachma M.Si (Penanggungjawab Upsus Kebumen dari Polbangtan Yogyakarta Magelang). Hadir juga Direktur Perbenihan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah dan seluruh koordinator penyuluh pertanian dari 26 Kecamatan.

Dirjen Hortikultura mengapressiasi terobosan sistem tanam benih langsung dan tugal serta sistem metuk yang sudah di praktekkan di beberapa kecamatan seperti kecamatan Ayah. Sehingga sistem ini akan mempercepat tanam dan meningkatkan produksi.

Selain itu pihaknya juga mendorong untuk kebumen menerapkan sistem tumpang sari padi jagung, padi kedelai atau tanaman yang lain. "Sehingga optimalisasi lahan pertanian akan tercapai, khususnya setelah selesai musim hujan," kata Suwandi.

Ditambahkan kunci sukses LTT adalah menggunakan benih unggul dan menggunakan pupuk. Perbaikan tanah penting sekali karena untuk keberlanjutan jangka panjang. Suwandi mendorong penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati yang dapat ditemukan di sekitar petani. (*)

BERITA REKOMENDASI