Ramadan, Penjahit Emperan ‘Ketiban’ Rezeki

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Bagi para penjahit yang mangkal di los jahit Pasar Tumenggungan Kebumen maupun di emperan toko kota Kebumen, bulan Ramadan  merupakan masa panen bagi mereka. Banyaknya warga masyarakat  yang menjahitkan baju baru dan merehab pakaian untuk dikenakan di hari Lebaran 2017, menyebabkan hampir semua di antara mereka  kebanjiran order.

"Ramadan tahun ini saya benar-benar kewalahan menerima order. Agar semuanya bisa terselesaikan tepat waktu, sejak pertengahan menolak order baru. Jangan sampai ada yang belum tergarap sehari menjelang Lebaran," ujar penjahit yang mangkal di  samping trotoar Jalan Kolopaking Kebumen, Latif, Jum'at (16/06/2017).
   
Banyaknya jumlah order menjahit yang diterima Latif terlihat dari beberapa tas kresek ukuran besar di dekat mesin jahitnya yang sarat  berisikan bahan-bahan pakaian yang sudah dipotong dan baju lama yang harus direhab. "Biasanya pemotongan bahan saya lakukan di rumah, sedangkan di disini  saya tinggal menjahitnya," jelas Latif.

Panen order menjahit di tengah Ramadhan 2017 juga dialami Marsono, penjahit yang menyewa teras depan sebuah toko di Jalan Kolopaking Kebumen dan Ahmad, penjahit di los jahit Pasar Tumenggungan Kebumen.  Sejak  pukul 08.00 sampai 16.00, rata-rata mereka bisa merehab 10 potong pakaian dan menjahit satu potong pakaian baru, berupa celana panjang, kemeja,  rok ataupun jaket. Ongkosnya Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu/potong pakaian yang direhab dan Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu/potong pakaian baru. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI