Ramaikan Pasar Baledono, Tidak Cukup Alihkan Jalur Angkudes

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kondisi perdagangan di Pasar Baledono Kabupaten Purworejo masih memprihatinkan pasca bangunan itu beroperasi hampir dua tahun. Sepinya transaksi dikeluhkan ratusan pedagang yang menempati los dan kios pasar terbesar di Purworejo itu. Terobosan yang dilakukan pemerintah kabupaten dinilai belum optimal. 

Politisi senior yang juga mantan Ketua DPRD Purworejo, Angko Setiyarso Widodo berpendapat, perlu langkah lain yang lebih revolusioner untuk meramaikan pasar itu. "Kebijakan harus mengikuti zaman, sekarang ini masanya teknologi, seharusnya teknologi itu dipakai agar pasar ramai," tuturnya kepada KRJOGJA.com, Selasa (5/11/2019). 

Menurutnya, kebijakan yang juga efektif untuk meramaikan adalah memanfaatkan teknologi informasi. Pemerintah memiliki sumberdaya untuk membuat aplikasi berbasis seluler. 

Aplikasi itu bertujuan antara lain memudahkan konsumen untuk berbelanja secara online. Selain itu, katanya, aplikasi juga bisa dibuat untuk memudahkan pedagang memperoleh stok dagangan dari produsen atau distributor. 

"Aplikasi memungkinkan pemenuhan kebutuhan bersumber hasil produksi masyarakat Purworejo, sehingga terjadi simbiosis yang baik antar sektor," ungkapnya. 

Angko menambahkan, kebijakan mengalihkan angkutan perdesaan lewat Pasar Baledono baru efektif apabila dilaksanakan secara konsisten. "Kenyataannya masih ada yang tidak lewat Baledono, angkutan belok ke Jalan KH Ahmad Dahlan," ucapnya. 

Sementara itu, ratusan anggota Paguyuban Pedagang Pasar (Papas) Baledono kembali menggelar audiensi dengan DPRD Purworejo. Mereka menuntut pemkab dan wakil rakyat serius membela nasib para pedagang. "Kami menagih janji pemerintah yang katanya akan meramaikan pasar. Dulu kita juga pernah ada forum, dibahas, dan ada catatannya," tutur Ketua Papas Baledono Edy Sugiarto. 

Perwakilan pedagang, Wahyu Pribadi menambahkan, pemerintah pernah berjanji mengalihfungsikan Jalan Pramuka dan Jalan Kemuning untuk parkir, namun belum terealisasi. Ia juga mengusulkan kegiatan pameran yang kerap digelar di alun-alun, agar dipindah ke Pasar Baledono. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Purworejo Bambang Gatot Seno Aji mengemukakan upaya pemindahan jalur angkutan dilakukan dua minggu terakhir. Namun, masih terkendala sopir yang membawa angkudes lewat Jalan KH Ahmad Dahlan. 

Dishub, katanya, menindak tegas para pelanggar antara lain dengan menilang angkudes yang parkir di kawasan Jalan Kemuning. "Kami tindak 14 angkudes yang ngetem dengan tilang," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI