Raskin Gunakan Beras Lokal Temanggung

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Rumah tangga sasaran penerima beras miskin (raskin) di Kabupaten Temanggung dapat bernafas lega sebab mulai distribusi akhir Juli 2016 menerima beras hasil pengadaan lokal Temanggung. Sebelumnya mereka menerima raskin pengadaan dari sejumlah daerah dataran rendah yang kualitas dan rasanya jauh di bawah Temanggung.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemkab Temanggung, Sunardi mengatakan beras asal Kabupaten Temanggung mulai masuk ke gudang Bulog Subdivre Kedu sekitar Mei dan mulai didistribusikan untuk raskin pada Juli. Distribusi pada bulan-bulan sebelumnya bukan pengadaan dari Temanggung melainkan dari kabupaten lain yang berada di dataran rendah seperti Purworejo dan Kebumen.

"Setelah pengadaan dari Purworejo dan Kebumen habis baru didistribusikan yang dari Temanggung. Jadi kini warga mengkonsumsi beras dari daerah sendiri yang dikenal enak dan kualitasnya jauh lebih baik," katanya di Temanggung, Rabu (20/07/2016).

Dia mengatakan distribusi Juli sebenarnya jatah pada Agustus, sebab yang jatah Juli sudah didistribusikan berbarengan jatah Juni. Pada bulan itu warga mendapatkan dua kali raskin.

Alokasi pada Juli ini, terangnya, merupakan alokasi reguler ke delapan dengan begitu warga masih akan mendapatkan empat kali raskin lagi. Sejauh ini, pemkab belum mendapat keterangan dari pemerintah pusat adanya tambahan raskin.

Staf Bagian Perekonomian, Setda Pemkab Temanggung, Arief Mujiono, menambahkan kuota raskin di Temanggung tahun 2016 masih sama dengan tahun lalu, yakni sebanyak 51.816 RTS. Tiap RTS menerima 15 kilogram beras setiap bulan dengan harga Rp 1.600 per kilogram. Sejauh ini belum ada keluhan dari masyarakat akan buruknya kualitas beras. Bulog juga sudah menjanjikan kualitas raskin layak konsumsi dan jika kulitasnya buruk segera diganti.

"Kami terus awasi distrisbusi raskin. Masyarakat yang kecewa pada raskin juga diminta untuk segera melapor pada satgas raskin, Kades, Camat atau bagian perekonimian untuk ditindak lanjuti," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI