Ratusan Petasan Berbagai Ukuran di Magelang Dimusnahkan

MAGELANG, KRJOGJA.com – Selama berlangsungnya Operasi Ketupat Candi 2019 di jajaran Polres Magelang Kota berhasil diamankan 564 petasan berbagai jenis dan ukuran. Diantara petasan tersebut, 264 petasan merupakan hasil penindakan dari Polsek Magelang Selatan pimpinan Kapolsek Magelang Selatan Kompol Ch Anwar SH, 200 petasan hasil penindakan dari Polsek Bandongan pimpinan Kapolsek Bandongan Iptu Sukardiyono dan 100 petasan merupakan hasil penindakan Sat Reskrim Polres Magelang Kota pimpinan Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo SH.

Usai pelaksanaan Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Candi 2019, Kamis (13/6/2019), ratusan petasan tersebut dimusnahkan. Secara simbolis Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT memusnahkan beberapa petasan di areal belakang Mako 1 Polres Magelang Kota. Didampingi Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi SIK MAP dan anggota Tim Gegana Brimob Polda Jateng, Walikota Magelang memejet tombol yang berjarak beberapa meter dari lokasi petasan yang dimusnahkan. Pemusnahan secara simbolis ini juga disaksikan Ketua DPRD Kota Magelang, Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang, Kasdim 0705/Magelang maupun lainnya. Sedang pemusnahan petasan lainnya dilakukan di lokasi lain yang kondisinya dinilai lebih aman yang tidak jauh dari aliran Kali Progo Kota Magelang. Proses pemusnahan dilakukan bergantian dan berlangsung hingga sekitar pukul 13.45.

Kepada wartawan usai pemusnahan di areal belakang Mako 1 Polres Magelang Kota, Kapolres Magelang Kota mengatakan ratusan petasan yang diamankan tersebut ukurannya bervariasi. Ada diantaranya memiliki ukuran diameter sekitar 15 Cm dan tinggi sekitar 25-30 Cm.

Petasan tersebut sifatnya temuan dan dilakukan upaya preventif untuk diambil petasan tersebut agar mereka tidak menjadi korban atau tidak celaka. Masyarakat juga memahami kalau petasan tersebut merupakan larangan. Petasan tersebut ditemukan setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 lalu.

Walikota Magelang kepada wartawan mengatakan para pimpinan sudah menghimbau kepada banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama maupun lainnya, bahwa ancaman bahaya petasan ini tidak main-main. Setiap saat Walikota Magelang memperoleh laporan dari RSU Tidar Magelang berkaitan dengan pasien yang terkena petasan. "Alhamdulillah di Kota Magelang tidak terjadi," katanya.

Meskipun demikian jajaran Polres Magelang Kota berhasil menemukan petasan berjumlah 500 buah lebih, dan ada yang memiliki ukuran cukup besar. Bila petasan ukuran besar tersebut dibunyikan, bangunan rumah biasa kemungkinan bisa roboh sebagai dampak petasan ini.

Berkaitan dengan ini Walikota Magelang berharap agar jangan mengambil resiko. "Kita persiapkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang maju, berkualitas dan tidak memikirkan petasan," katanya.

Ditanya mengenai langkah antisipasi ke depan, dikatakan, jajaran pimpinan dan orang tua harus ngomong agar masyarakat benar-benar memahami bahaya petasan dan dapat menciderai, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. "Jangan sampai terjadi," tambahnya.(Tha)

BERITA REKOMENDASI