Ratusan Siswa SDIT Ikuti Simulasi Bencana

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 580 siswa, guru dan karyawan SDIT Ulul Albab 2 Purworejo mengikuti mitigasi dan simulasi bencana di sekolah mereka. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mengenalkan potensi bencana dan cara mengantisipasinya.

Kepala SDIT Ulul Albab 2 Purworejo Sukini SPd mengatakan, simulasi menjadi cara sekolah meningkatkan kesiapsiagaan anak. "Mereka harus tahu potensi dan risiko bencana di sekitarnya, siap siaga harus ditanamkan sejak dini," tuturnya kepada KRJOGJA.com, usai simulasi, Minggu (28/10).

Menurutnya, simulasi juga melibatkan guru dan karyawan agar mereka dapat mengarahkan anak apabila bencana benar-benar terjadi. Salah satu waktu efektif anak adalah ketika belajar di sekolah. Padahal, katanya, bencana bisa terjadi setiap saat termasuk ketika waktu belajar mengajar. "Sinergi semua pihak yang direalisasikan dalam simulasi akan mengurangi potensi jatuhnya korban," ujarnya.

Selain sosialisasi dan simulasi, sekolah mengajak siswa menyedekahkan sebagian uang jajan untuk membantu korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah. Mereka menggalang dana Rp 4.598.000.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Purworejo R Iman Tjiptadi mengemukakan, tim sosialisasi tentang bencana tanah longsor, banjir, gempa bumi, tsunami dan angin puting beliung. Bencana tersebut berpotensi terjadi di Purworejo. 

"Hanya soal waktu, tidak ada yang bisa prediksi kapan bencana datang. Dalam simulasi, mereka diajak praktik bersikap apabila terjadi bencana," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI