Ratusan WP Ingin Ajukan Amnesti Pajak

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO (KRjogja.com) – Sedikitnya 300 wajib pajak (WP) Kabupaten Purworejo berencana mengajukan amnesti atau pengampunan pajak. Mereka datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purworejo untuk berkonsultasi tentang tatacara pengisian formulir amnesti pajak.

Menurut Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Purworejo Moh Shokhib, ratusan WP itu menyadari manfaat program amnesti. Pemerintah akan menghapus pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi dan pidana perpajakan, tidak dilakukan pemeriksaan bukti permulaan penyidikan, penghentian penyidikan dan jaminan kerahasiaan. "Ada keuntungan lain yakni proses balik nama harta bebas pajak penghasilan," tuturnya menjawab pertanyaan KRjogja.com, Senin (29/08/2016).

Kendati demikian, katanya, ada kewajiban yang bakal memberatkan WP apabila mereka tidak mengikuti program amnesti. Pemerintah mengatur bahwa harta yang belum dilaporkan dianggap sebagai penghasilan, sehingga dikenai pajak dan ditambah sanksi sesuai UU Perpajakan.

Pihak KPP Pratama Purworejo mengimbau WP yang belum melaporkan hartanya untuk memanfaatkan kesempatan amnesti pada periode pertama dengan batas akhir 30 September 2016. Namun apabila terlambat bisa mendaftar pada periode kedua  1 Oktober 2016 – 31 Desember 2016 dan periode ketiga 1 Januari 2017 – 31 Maret 2017.

Kepala KPP Pratama Purworejo Yoepidha Laksmijarta Soemantri mengemukakan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan amnesti pada periode pertama. "Pasalnya uang tebusan masih dua persen, nanti periode kedua naik jadi tiga persen dan ketiga lima persen. Sekarang masih awal dan sosialisasi, jadi sebaiknya segera gabung minta amnesti," tegasnya.

Usaha sosialisasi amnesti pajak dilakukan KPP Pratama Purworejo dengan melibatkan pemerintah kabupaten (pemkab). KPP menggelar sosialisasi yang diikuti ratusan pejabat di lingkungan pemkab Purworejo.

Selain itu, karyawan KPP Pratama Purworejo juga turun ke jalan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. "Kami selenggarakan jalan sehat, sekaligus bagikan bunga dan brosur amnesti kepada warga. Untuk menarik perhatian, sosialisasi juga melibatkan kesenian tradisional," ungkapnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI