Rawan Muatan Politis, Bagi-bagi Laptop Dikritik

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kalangan DPRD Karanganyar menyampaikan kritik pedas terkait Bupati Juliyatmono bagi-bagi laptop ke ketua Rt dan Rw. Selain dinilai kurang berguna, bagi-bagi laptop itu rawan dimanfaatkan kepentingan politik praktis. 

"Tahun ini adalah tahun-tahun politik. Program bupati sekarang lebih terkesan pencitraan untuk kepentingan pemilu 2019. Selain janji bagi-bagi laptop juga bagi-bagi seragam untuk Linmas dan karangtaruna," kata Wakil Ketua Komisi B dari F-PKS DPRD Karanganyar, Darwanto kepada KR, Senin (10/12). 

Menurut Darwanto setelah memenangkan Pilkada 2018, Bupati Juliyatmono selaku Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar tengah sibuk menyiapkan kemenangan parpolnya di Pemilu 2019. Darmanto mengatakan, sangat terlihat program pemerintah kabupaten di 2019 mendukung hal itu. 

"Kami belum bisa memahami alasan kuat bupati bagi-bagi laptop. Itu belum menjadi kebutuhan prioritas ketua Rt Rw. Kalau untuk kepentingan input data kependudukan, masih bisa dikaver pemdes/kelurahan," katanya. 

Darwanto beranggapan penerima bantuan aset pinjam pakai itu tidak bisa mengoperasikan laptop. Daripada belanja laptop dengan dalih memberdayakan ketua Rt/Rw, ia menganjurkan ebih baik menggantinya dengan pelatihan dan sarana wirausaha. 

Dia menyinggung nasib bantuan keuangan Rp 17,4 miliar di APBD 2018 yang tak kunjung mendapat kepastian dari bupati. Padahal, sasaran bankeu itu sebagian besar di infrastruktur desa. "Saya enggak habis pikir. Masyarakat harus jeli dengan pengadaan laptop bagi ketua Rt/Rw karena rawan penyimpangan," katanya. 

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyerahkan secara simbolis tiga unit laptop ke ketua Rt dan Rw yang bertugas di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar di aula kecamatan setempat, Minggu (9/12) malam. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, laptop akan diberikan ke ketua Rt/Rw di kelurahan ini untuk uji coba sebelum dibagikan ke seluruh ketua Rt/Rw di 17 wilayah kecamatan di Kabupaten Karanganyar. (Lim)

BERITA REKOMENDASI