Razia Hotel, Satpol PP Malah Temukan Pasangan Gay dan Terinfeksi HIV

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Purworejo menjaring beberapa pasangan gay saat merazia hotel dan taman kota di Kabupaten Purworejo. Satpol PP kemudian menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan tes HIV, dan ditemukan ada pria yang terinfeksi.

Sekretaris Satpol PP dan Damkar Purworejo Bambang Gatot Seno Aji mewakili Kasatpol PP dan Damkar Hariyono mengatakan, ditemukannya pasangan sejenis itu tidak diduga sebelumnya. Razia Satpol PP dan Damkar juga demi penegakkan perda ketentraman dan ketertiban umum.

“Kami lakukan razia rutin, biasanya ada pasangan bukan suami istri yang terjaring, tapi dalam kegiatan terakhir akhir bulan lalu, dijaring beberapa pasangan, diantaranya ada yang lelaki sesama lelaki diduga melakukan hubungan,” tuturnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (17/2).

Satpol PP kemudian mengundang Dinkes Purworejo untuk melakukan tes HIV kepada para pasangan yang terjaring. Hasilnya, pria dari pasangan gay itu ada yang positif HIV.
Satpol PP pun mencoba mengembangkan jaringan pasangan sejenis itu.

“Kami menemukan total ada 21 pria yang ada di lingkaran pasangan itu, artinya pernah berhubungan badan. Maka sekalian kami bantu dinkes untuk melakukan penelusuran HIV, ternyata jumlah yang terinfeksi bertambah lagi, total ada enam pria,” ungkapnya.

Dikatakan, rata-rata pria dalam lingkaran komunitas itu berusia 18 – 30 tahun. “Ada yang mahasiswa dari kampus di Purworejo, pelajar sekolah menengah, ada juga yang tidak bekerja, yang jelas rata-rata warga Purworejo,” terangnya.

Gatot mencontohkan dalam razia di Taman Kota Geger Menjangan, Satpol PP mendapati dua pasang pria yang sedang berbuat asusila. “Tiga terjaring dan satunya kabur, ketika ditanya, ternyata yang sepasang statusnya masih pelajar sekolah menengah,” ucapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, kata Gatot, sebagian pria tersebut mengaku mulai menjalin hubungan sejenis sejak di bangku SMA.

“Mereka bertemu dan berkomunikasi dengan memanfaatkan grup percakapan di media sosial,” katanya.

Gatot menambahkan, kegiatan penelusuran dilakukan justru membantu dinkes untuk mencegah penularan HIV. “Kami merasa harus membantu melakukan hal tersebut, sebab fakta di awal penjaringan ada bagian dari kelompok itu yang positif terinfeksi,” ungkapnya.

Menindaklanjuti temuan itu, Satpol PP dan Damkar Purworejo menggandeng lembaga terkait melakukan sosialisasi di sekolah. Sosialisasi itu, kata Gatot, mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat Dinkes Purworejo dr Budi Susanti MSc mengemukakan, dinkes terbantu dengan sinergitas dengan Satpol PP dan Damkar itu. “Kami mendapat data pria mana saja yang sudah pernah berhubungan terutama dengan yang terinfeksi juga data kelompok risiko tinggi hasil razia Satpol PP, kemudian mereka semua dites HIV,” ujarnya.

Sepanjang 2022, ada tambahan tujuh positif, sehingga total penduduk Purworejo yang terinfeksi HIV menjadi 58. “Mereka kami dampingi agar selalu memiliki motivasi dan saling menguatkan, untuk obat Anti Retroviral (ARV) juga kami siapkan,” katanya.

Warga dengan HIV/AIDS di Purworejo juga membentuk komunitas Roda Pedati. Komunitas itu, katanya, memiliki peranan sama dengan dinkes yakni memotivasi dan menguatkan sesama warga terinfeksi.(Jas)

BERITA REKOMENDASI