Rehab Jalan Tambal Sulam, Hanya Bertahan Setahun

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Sistem rehab atau perbaikan jalan yang rusak ringan  maupun sedang di Kebumen selama ini digunakan sistem tambal sulam. Kendati mampu mengatasi kerusakan secara cepat, namun di bagian yang direhab tersebut rata-rata hanya bisa bertahan maksimal setahun saja.

Menurut Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Hanna Widiawati MT, sistem rehab tambal sulam atau 'pitching' tersebut dilakukan dengan menangani bagian yang rusak saja.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan pemeliharaan jalan dan biasanya kami lakukan untuk menyambut datangnya masa angkutan Lebaran setiap tahunnya," ujar Hanna, di ruang kerjanya, Senin (25/03/2019).

Sistem 'pitching' yang biasa dilakukan oleh DPUPR Kebumen adalah dengan cara mengeruk bagian jalan yang rusak sedalam sekitar 10 sentimeter. Di lubang tersebut kemudian diberi batu-batu belah berdiameter 2 sentimeter yang dicampur dengan pasir. Setelah itu dipadatkan dengan alat berat. Proses terakhir adalah melapisinya dengan aspal.

Di ruas-ruas jalan yang mendapatkan penanganan 'pitching' tersebut  rata-rata hanya bisa bertahan setahun saja. Setahun setelah diperbaiki, bagian itu kembali rusak dan harus diperbaiki lagi setiap menjelang datangnya Lebaran.

Penyebab daya tahannya yang maksimal hanya setahun tersebut menurut Hanna selain disebabkan oleh tingkat keramaian arus lalu lintas di ruas jalan itu, juga guyuran hujan yang terus-menerus. Namun tak bisa dipungkiri disebabkan pula oleh keterbatasan anggaran pemeliharaan dalam APBD Kebumen setiap tahunnya. 

"Anggaran pemeliharaan jalan kami terbatas, namun di sisi lain banyak kerusakan di ruas-ruas jalan kabupaten yang harus kami tangani," jelas Hanna.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI