Rehabilitasi Bencana Bersifat Mendesak

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (Krjogja.com) – Rehabilitasi pasca bencana alam dapat diartikan sebagai tahap memulihkan. Pada masa ini, perencanaan dilakukan dalam waktu singkat tetapi tidak melampaui satu tahun anggaran.

 “Berbeda dengan rekonstruksi pasca bencana, yang lebih bersifat pembangunan dan dilakukan dalam jangka waktu panjang,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jawa Tengah Ir Arus Horizon MT, Jumat (23/9).

Dalam pelatihan pengkajian kebutuhan pasca bencana di Kabupaten Purworejo, Arus Horizon menjelaskan, rehabilitasi itu dilakukan begitu terjadi bencana. Apa yang dibutuhkan masyarakat. “Kalau ada yang mengungsi, apa kebutuhannya. Begitupun jika ada kerusakan dan lainnya,” tandasnya.

Sedang rekonstruksi pasca bencana lebih bersifat pembangunan dan dilakukan dalam waktu yang panjang tetapi tetap ada batas waktunya. “Bisa sampai tiga tahun. Kalau dananya terbatas, diberi tahapan. Dananya bisa dari APBD daerah, provinsi maupun pusat,” jelasnya.

Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terjadi di Purworejo menurut Asisten Sekda Purworejo bidang Pemerintahan Drs Murwanto, merupakan tahapan yang cukup penting pasca bencana. “Namun kompleksitas akibat yang ditimbulkan bencana tentu membutuhkan data dan perencanaan yang matang. Maksudnya agar  penanganannya dapat dilakukan dengan baik, terarah dan terpadu,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI