Rekrutmen PPPK, Bupati Minta Jangan Percaya Calo

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjamin pelaksanaan ujian penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sragen transparan. Seluruh peserta diminta tidak mudah terpengaruh dengan orang atau calo yang mengaku bisa membantu kelulusan dengan meminta sejumlah uang.

Hal itu dikemukakan Yuni saat menghadiri sosialisasi penerimaan calon Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I tahun 2019 untuk jabatan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari eks Tenaga Honorer K-II serta dari Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu (TB) Penyuluh Pertanian, di Aula Dinas Pertanian setempat, Kamis (21/02/2019). "Semua tahapan harus diikuti, jangan percaya sama calo yang mengatasnamakan kami.  Apabila ada orang yang menyalahgunakan penerimaan PPPK pakai uang, saya minta diusut tuntas," tegas Yuni.

Menurut Yuni, sesuai Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tentang pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Tahap I tahun 2019, jumlah eks Tenaga Honorer K2 dan THL – TB Pemkab Sragen berjumlah 724 orang. Rinciannya untuk tenaga guru sebanyak 540 orang, tenaga kesehatan 89 orang dan tenaga penyuluh pertanian 95 orang.

Yuni menjelaskan, jumlah data yang diterima dari Kemenpan RB setelah dilakukan verifikasi di dinas terkait, Pemkab Sragen kemudian membuka formasi penerimaan PPPK tahap I tahun 2019 sejumlah 689 pegawai. "Tenaga guru ada 540 orang, tenaga kesehatan 68 orang dan tenaga penyuluh pertanian sebanyak 81 orang," jelasnya.

Yuni juga meminta semua peserta harus percaya diri dengan kemampuan masing-masing. Persiapan sebelum mengikuti tes harus dilakukan sebaik-baiknya. "Yang penting percaya diri dan jangan percaya calo. Saya yakin semua bisa, karena sudah menjadi kerjaan sehari-hari selama ini," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI