Relawan Medis Covid-19 Keluhkan Tidak Lancarnya Pembayaran Insentif

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sejumlah relawan medis Covid-19 yang bertugas di RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo menyayangkan tidak lancarnya pembayaran insentif dari pemerintah. Meski demikian, relawan tersebut memastikan akan tetap bekerja merawat pasien terpapar virus yang dirawat di rumah sakit itu.

Relawan Covid-19 berinisial F mengatakan, tidak lancarnya pembayaran upah berlangsung sejak Januari 2021. “Jadi tidak lancarnya sejak Januari, setiap bulan rata-rata mendapatkan pembayaran sebesar 16 persen dari hak yang seharusnya diterima,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (14/06/2021).

Sebagai relawan, kata F, sebenarnya kurang pas menyampaikan hal tersebut ke muka publik mengingat dasar bergabungnya para pejuang covid itu adalah panggilan jiwa. Namun, lanjutnya, sebagai manusia biasa, para relawan ini juga memiliki keluarga yang harus dicukupi kebutuhannya.

F bergabung menjadi relawan sejak awal masa pandemi di Purworejo. Ketika itu, lanjutnya, publik masih takut berdekatan dengan para warga yang terpapar virus. “Ketika ada kabar rekruitmen saya langsung daftar, waktu itu di pengumuman dijelaskan upah menjadi relawan yakni Rp 200 ribu per hari,” ucapnya.

Relawan bertugas dalam sif, di mana satu sif harus jaga selama delapan jam. Dalam sehari ada dua orang yang bertugas, mengurus semua kebutuhan pasien Covid-19. Mereka juga harus mengenakan APD lengkap selama empat jam. Dalam sebulan, setiap relawan rata-rata mendapat tugas 16-18 shif.

Relawan berinisial S menambahkan, ia dan beberapa rekan relawan pernah menanyakan soal keterlambatan pembayaran upah ke bagian keuangan. “Namun sejauh ini informasi dari rumah sakit bahwa pencairannya masih dalam proses,” ujarnya.

Kondisi itu, katanya, berimbas pada adanya relawan yang mengundurkan diri. Relawan, lanjutnya, berharap tim Covid-19 agar para pengambil kebijakan lebih bisa memperhatikan nasib mereka. “Kami juga selalu menguatkan satu sama lain, walaupun belum mendapatkan hak, namun kami harus tetap semangat melayani dengan hati, terus terang untuk sistem dan manajemen pembayaran kami tidak paham, jika bisa dijelaskan kami tentu sangat lega,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr Sudarmi MM mengemukakan, tidak lancarnya proses pembayaran upah relawan tidak hanya terjadi di RSUD R.A.A Tjokronegoro tetapi juga di RSUD Dr Tjitrowardojo. “Kami masih harus melihat alokasi anggaran yang kena refocusing, termasuk edaran Kemendagri terkait penyesuaian nama kegiatan. Untuk saat itu, sedang proses verifikasi dan pengajuan pencairan,” katanya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI