Rendah, Percaya Diri Nelayan Kebumen

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Munculnya sejumlah kondisi ekstrim di perairan laut Kebumen sepanjang Desember 2017 berimbas memunculkan rasa percaya diri yang  rendah pada sebagian nelayan Kebumen untuk berangkat melaut. 

"Sejak awal Desember hingga Rabu (27/12/2017) ini hampir semua nelayan di desa kami enggan berangkat melaut. Selain ombak yang kerapkali pasang, kami pun masih trauma dengan serangan angin ribut, gelombang pasang yang tingginya  melebihi normal, juga gempa bumi dua minggu lalu," ujar nelayan Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen, Mahmudi, di rumahnya, Rabu (27/12/2017).

Menurut Mahmudi, semula nelayan Tanggulangin berharap di bulan November dan  Desember 2017 bisa menjalani usaha penangkapan ikan di laut secara rutin. Mengingat, sejak akhir Oktober 2017 lalu paceklik ikan sudah berakhir dan nelayan kerap mendapatkan ikan dalam jumlah melimpah.

"Namun kenyataannya harapan itu tak bisa kami dapatkan karena di bulan  November dan Desember 2017 seringkali muncul kondisi alam yang menyiutkan nyali kami," ujar Mahmudi.

Keengganan pergi melaut sepanjang Desember 2017 akibat kondisi alam yang ekstrim juga dialami oleh sebagian besar nelayan di Desa Tegalretno dan Karangrejo Kecamatan Petanahan serta Criwik dan Tambakmulyo di Kecamatan Puring Kebumen. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI