Renovasi Monumen Tentara Pelajar Purworejo Picu Polemik

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Renovasi kawasan Monumen Perjuangan Tentara Pelajar di Kelurahan Pangen Juru Tengah Kecamatan/Kabupaten Purworejo memicu polemik. Sejumlah elemen masyarakat menyatakan kecewa dan menolak penggantian lambang burung garuda dengan patung anak berseragam sekolah dasar. Elemen yang menyebut diri Komunitas Masyarakat Peduli Purworejo (KMMP) itu menyampaikan petisi penolakan kepada Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM.

Petisi itu disampaikan lima perwakilan KMMP kepada Asisten 3 Bidang Kesra Setda Purworejo Drs Pram Prasetya Achmad MM, di Gedung DPRD Purworejo, Kamis (14/1). Wakil KMMP juga menyerahkan salinan petisi kepada Ketua DPRD Purworejo yang diwakili Ketua Komisi II DPRD Purworejo Tunaryo.

Ketua KMMP Tri Joko Pranoto mengatakan, petisi itu adalah puncak kekecewaan sejumlah kelompok dan komunitas masyarakat di Purworejo. Menurutnya, protes penggantian sejumlah patung itu sudah mengemuka di media sosial sejak awal renovasi beberapa bulan terakhir, namun pemkab dinilai tidak menanggapi. “Banyak perwakilan elemen yang kecewa, akhirnya kami bertemu dan diskusi bersama, sehingga muncul keinginan untuk menyampaikan aspirasi secara resmi kepada pemkab,” tuturnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Lebih dari seratus perwakilan masyarakat Purworejo menandatangani petisi itu. Mereka terdiri atas komunitas seniman, pedagang, petani, pengusaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, akademisi, hingga pensiunan. Bahkan Dewan Kesenian Purworejo dan Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Purworejo. Mereka sepakat meminta pemkab mengembalikan monumen itu seperti sediakala.

Monumen itu dibangun pemerintah sekitar tahun 1979 sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan Tentara Pelajar Purworejo. Patung dibuat senimah disabilitas Purworejo Puji Laksono, yang kini tinggal di Sidoarjo Jawa Timur. Sebelum direnovasi, monumen yang terletak di tengah pertigaan Jalan Brigen Katamso dan Jalan Jenderal Sudirman itu terdiri atas beberapa patung yang mengisahkan perjuangan Tentara Pelajar di Purworejo. Tepat di tengah monumen terdapat pilar tinggi dengan lambang burung garuda di puncaknya.

Proses renovasi dilakukan dengan memindah patung Tentara Pelajar dan garuda ke taman di sisi selatan bundaran, dan mengganti lambang garuda pada pilar dengan patung dua anak berseragam sekolah dasar. “Kami menilai, secara hukum penurunan lambang garuda dan dipindah pada posisi lebih rendah, bisa menjadi bentuk penghinaan. Renovasi itu kami nilai telah merusak budaya masyarakat yang selama ini dikenal sangat menghargai semangat juang para pendahulu, juga tidak pernah berkomunikasi dengan pihak terkait,” tegasnya.

Ketua Komisi II DPRD Tunaryo mengaku belum mengetahui proses renovasi itu secara spesifik lantaran pembangunannya dimulai sejak tahun 2018. “Saat itu belum masuk Komisi II, tapi tetap akan kami kami antara lain dengan melihat Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)-nya,” ujarnya.

Tunaryo juga berjanji akan menyampaikan petisi kepada Ketua DPRD Dion Agasi Setiyabudi secepatnya. Komisi II yang membidani pembangunan, lanjutnya, juga akan mengawal aspirasi KMMP.

Sementara itu, Drs Pram Prasetya Achmad mengemukakan, petisi akan secepatnya disampaikan kepada Bupati Purworejo. Dalam kesempatan itu, Pram juga menjelaskan bahwa kawasan monumen yang sebelumnya tersentral di tengah, kini diperluas jadi tiga lokasi. Titik pertama sisi selatan berisi patung Tentara Pelajar, burung garuda, dengan latar belakang ornamen candi, kedua di tengah dengan pilar yang diatasnya ditempatkan patung pelajar SD, dan ketiga di sisi utara dengan patung Kresna Wijaya sedang menaiki kereta kuda.

Pram menjelaskan, titik tengah atau bundaran itu menggambarkan visi misi Kabupaten Purworejo. Visi pembangunan pendidikan dengan patung anak SD, bentuk fisik bangunan gambaran infrastruktur, kesehatan dengan air mancur, motif batik dan kelopak bunga perlambang nilai budaya. “Sebenarnya kawasan itu penggambaran dari Purworejo. Namun, adanya aspirasi ini tetap akan kami teruskan kepada bupati,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI