Revitalisasi Stasiun Wojo Capai 75 Persen

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Proses revitalisasi Stasiun Wojo di Desa Dadirejo Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo mencapai angka 75 persen. Stasiun operasional persilangan kereta itu akan ditingkatkan menjadi stasiun layanan penumpang dan diperkirakan siap dioperasikan pada April 2019.

Stasiun akan melayani penumpang yang akan mengakses New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo Yogyakarta. "Pekerjaan terus dikebut oleh Ditjen Perkertaapian, hasil diskusi kami realisasinya sesuai dengan target rencana," kata Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (DAOP) VI Yogyakarta Eko Purwanto, kepada KRJOGJa.com, saat sidak di Stasiun Wojo, Rabu (06/03/2019) petang.

Pihak ditjen membangun sarana layanan seperti peron tinggi sepanjang kurang lebih 200 meter, loket, kafetaria, ruang tunggu, musala, toilet dan parkir luas. Pembangunan tetap menjaga keaslian gedung tua Stasiun Wojo.

Selain Stasiun Wojo, pembangunan juga dilakukan di Stasiun Tugu Yogyakarta dan Wates Kulonprogo. "Untuk dua stasiun itu pembangunan oleh PT KAI, targetnya juga sama, yakni selesai 31 Maret 2019," ungkapnya.

PT KAI DAOP VI juga telah mengoperasikan dua set kereta bandara. Untuk sementara, kereta digunakan melayani penumpang relasi Kutoarjo – Solo Balapan dengan nama rangkaian Solo Ekspress (Soleks). Setiap train set memiliki kapasitas angkut 200 penumpang.

Menurutnya, penumpang yang turun di Stasiun Wojo akan menyambung ke bandara menggunakan bus. "Untuk bus bukan kewenangan PT KAI, nanti Angkasa Pura atau ada Damri bandara, yang jelas kami siapkan parkir luas untuk menampung kendaraan berbadan besar," terangnya.

Tahap pembangunan selanjutnya, kata Eko, adalah Stasiun Kedundang Kulonprogo yang menghubungkan jalur kereta langsung dengan bandara. "Tidak akan ada tumpang tindih fungsi, keberadaan Stasiun Kedundang dan Stasiun Wojo justru saling mendukung. Wojo akan menjadi sentral pembangunan wilayah Bagelen dan Purworejo," ucapnya.

Keberadaan bandara, lanjutnya, akan meningkatkan volume penumpang dan perjalanan kereta api. Pemerintah mengantisipasi dengan membangun rel ganda di Pulau Jawa. Untuk wilayah DAOP VI, kata Eko, pembangunan rel ganda antara Solo – Kedungbanteng ditarget selesai tahun 2019.

Ditambahkan, tidak ada kendala dalam pembangunan tiga stasiun di wilayah DAOP VI itu. "Semua berjalan lancar, sementara untuk hujan, sudah bisa diantisipasi oleh pelaksana pekerjaan," tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI