Ribuan Guru GTT dan PTT Gelar Istighosah di Alun-alun Cilacap

Editor: KRjogja/Gus

CILACAP, KRJOGJA.com – Ribuan guru tak tetap (GTT) dan pegawai tak tetap (PTT) yang tergabung Forum Komunikasi GTT PTT Cilacap menyelenggarakan istighosah atau doa bersama di alun-alun Cilacap, Kamis (04/10/2018). Mereka berdoa bersama terkait dengan nasibnya yang tidak bisa ikut seleksi calon PNS terkait dengan statusnya yang belum linier, atau mata pelajaran yang diampu tidak sesuai dengan mata pelajaran yang tertulis di sertifikat pendidik.

 

"Ini bukan unjuk rasa, tetapi berdoa bersama agar kami bisa meningkat kesejahteraannya. Karena selama ini bantras (Bantuan Transportasi) yang alokasikan untuk guru GTT dan PTT cukup tinggi. Maksudnya bantuan tersebut jangan hanya dinikmati guru-guru yang ada di sekolah negeri,"ujar Ketua Forum Komunikasi GTT PTT Cilacap, Sulthoni.

Disisi lain, kegiatan tersebut dalam rangka memberikan santunan kepada anak yatim dan korban gempa Lombok dan tsunami Palu.

Tentang aspirasi para guru GTT dan PTT sudah disalurkan melalui proposal yang ditujukan kepada pemerintah kabupaten Cilacap. Adapun isi proposal itu meminta agar dana bantuan untuk GTT PTT itu diberikan tanpa memandang sudah linier atau belum linier. Kemudian Bupati Cilacap dapat menerbitkan SK (surat keputusan) untuk mengganti SK GTT dan PTT yang ditandatangani kepala dinas. Pihaknya juga meminta adanya jaminan kesehatan untuk GTT dan PTT Cilacap.

Menurutnya kegiatan tersebut melibatkan sekitar 5000 lebih GTT maupun PPT, baik yang mengajar di sekolah swasta maupun negeri.

Terkait dengan aksi GTT yang pesertanya menggenakan seragam PGRI, Ketua PGRI Cilacap Wuyung Sulistio Pambudi mengatakan, hal itu murni inisiatip dari para GTT dan PTT. Karena mereka menganggap dengan menggenakan pakaian seragam bisa PGRI itu, permintaannya dapat dipenuhi dan tidak akan berbuat manam-macam. "Jadi aksi ini murni inisiatip mereka,"katanya. (Otu)

 

BERITA REKOMENDASI