Ribuan Umat Buddha Ikuti Prosesi Asadha

MAGELANG (KRjogja.com) – Sekitar lima ribu umat Buddha mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting Asalha Mahapuja 2560/2016 di Candi Mendut dan Borobudur, yang dimulai Jumat hingga Minggu (15-17/7/2016). Sebagai penutupan, dilaksanakan Pujabakti Agung Asadha di Lapangan Lumbini Candi Borobudur. Sebelumnya, dilaksanakan prosesi jalan kaki dari Candi Mendut, Pawon hingga Borobudur.

"Kami juga melaksanakan Atthasila. Yakni melaksanakan dan meneladahi delapan moralitas Buddha. Diantaranya tidak membunuh apa pun, tidak mencuri, tidak melakukan aktivitas seksual apa pun, menjaga ucapan, tidak beraktivitas yang bersifat hiburan yang merangsang nafsu indrawi, tidak makan setelah tengah hari (puasa) dan tidak tidur di tempat mewah. Untuk kegiatan ini, diikuti 300 umat berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan lainnya," kata Ketua Panitia Banthe Dhammakaro Mahatera, disela-sela kegiatan Atthasila.

Selama mengikuti Atthasila, kata Banthe Dhammakaro, peserta juga diwajibkan membaca dan memperdalam Kitab Suci Tipitaka menggunakan Bahasa Pali. "Kegiatan ini sejatinya untuk melestarikan budaya membaca kitab suci tipitaka. Selain itu juga untuk menjaga dan mempertahankan kemurnian Dhamma dengan mengulang kembali Tipitaka pali yang memuat khotbah autentik Buddha Gotama. Terakhir adalah untuk mendoakan kemajuan dan kesejahteraan Bangsa Indonesia," jelasnya didampingi Tri Widiyanto, panitia lainnya.

Sedang tema kali ini, lanjutnya, adakah cinta kasih penjaga dunia. "Cinta kasih merupakan bahasa hati dan kekuatan yang mengaitkan hati dengan hati untuk menyembuhkan dan menyatukan kita dalam kebersamaan yang sesungguhnya. Pesan khusus, kita sebagai orang asia yang memiliki budaya ketimuran dan spiritual yang melebihi kekuatan lahiriah, harus dipancarkan ke seluruh bangsa Indonesia," pungkasnya.

Yang menarik, dalam prosesi jalan dari Candi Mendut, melalui Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur kemarin ikut dikirap kereta kencana dari Kraton Ngayogyokarto, aneka persembahan mulai dari bunga-bunga, kemenyan hingga aneka manisan serta sejumlah kesenian tradisional. (Bag)

BERITA REKOMENDASI