Ribuan Warga Magelang Sudah Meninggal ‘Hidup’ Lagi

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Daftar Pemilihan Sementara (DPS) yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang mendapat sorotan dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat. Hal itu setelah Panwaslu menemukan sebanyak 1.285 orang yang sudah meninggal dunia ternyata masih masuk dalam DPS Pilbup dan Pilgub 2018 di wilayah ini.

"Selain itu, kami juga menemukan sebanyak 1.457 nama pemilih ganda, 190 pemilih tidak dikenal, dan 21 nama anggota TNI dan Polri yang masih masuk DPS. Kemudian ada 2.184 pemilih baru yang belum terakomodir dalam DPS," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Magelang, MH Habib Shaleh, Kamis (05/04/2018).

Disebutkan pemilih baru ini merupakan pemilih yang berusia 17 tahun pada 27 Juni 2018 dan pensiunan TNI/Polri yang belum masuk DPS. "Total pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang kami temukan adalah 2.953 nama dari total DPS Pilbup dan Pilgup 969.704. Ini merupakan hasil pencermatan Panwascam dan Panwasdes atas data DPS yang diumumkan KPU," lanjutnya.

Atas temuan Panwas ini, pihaknya telah memberikan surat penerusan pelanggaran administrasi pemilihan ke KPU Kabupaten Magelang pada Kamis pagi 5 April 2018. Surat bernomor 88/Bawaslu Prov.JT-16/PM 05.02/IV/2018 tersebut dilengkapi nama dan alamat pemilih TMS.

Ia berharap KPU Kabupaten Magelang segera menindaklanjuti surat berisi saran perbaikan dari Panwaskab Magelang tersebut demi mewujudkan Pilkada Berintegritas di Kabupaten Magelang. "Kami menyampaikan apresiasi atas kerja keras Panwascam dan Panwasdes yang mencermati betul data DPS itu," katanya.

Kordiv SDM dan Organisasi Panwaskab Magelang, Aini Sumarni Chabibah menambahkan pemilih TMS paling banyak ditemukan di Kecamatan Mertoyudan yakni 364 pemilih TMS. Yang termasuk pemilih TMS adalah pemilih yang sudah meninggal dunia, pemilih ganda, pemilih yang sudah menjadi anggota TNI/Polri, dan pemilih tidak dikenal.

Diperingkat kedua, diduduki Kecamatan Muntilan 283 pemilih TMS, Pakis 270 pemilih TMS, disusul Bandongan 228 pemilih TMS, Grabag 180 pemilih TMS, Kaliangkrik 152 pemilih TMS, Tegalrejo 151 pemilih TMS, Ngablak 150 pemilih TMS, Srumbung 147 pemilih TMS, Secang 139 pemilih TMS, Mungkid 133 pemilih TMS, Kajoran 126 pemilih TMS, Salaman 125 pemilih TMS, Dukun 121 pemilih TMS, Sawangan 111 pemilih TMS, Windusari 106 pemilih TMS, Candimulyo 95 pemilih TMS, Tempuran 48 pemilih TMS, Ngluwar 11 pemilih TMS, Salam 10 pemilih TMS, dan Borobudur 3 pemilih TMS.

"Kamu juga menemukan data DPS bermasalah sebanyak 16.174 data. Hal ini karena ada ketidaklengkapan dan ketidakcocokan elemen data pemilih dalam DPS. Terbanyak Kecamatan Mertoyudan 4.645 data, Mungkid 1442, Bandongan 1441, Borobudur 1035, dan Pakis 1172," imbuh Kordiv Penindakan dan Penanganan Pelanggaran, Fauzan Rofiqun S.Ag. (Bag)

BERITA REKOMENDASI