RPJMD Temanggung Direvisi

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Rencana Pembungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Temanggung 2018 – 2023 terpaksa direvisi. Perubahan arah kebijakan diperlukan guna penanganan dan penanggulangan dampak pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih mewabah dan butuh perhatian serius.

“RPJMD 2018 – 2023 dalam dua tahun awal sudah berjalan baik, namun lalu ada pandemi Covid-19. Sehingga perlu penyesuaian, yakni direvisi. Harapan hasil revisi bisa berjalan untuk pembangunan yang lebih baik,” kata Juru Bicara Pansus 3 DPRD Kabupaten Temanggung, Erda Wachyudi, pada sidang paripurna penetapan raperda RPJMD 2018 – 2023, Jumat (21/05/2021).

Erda mengatakan revisi RPJMD sebagai salah satu upaya agar Kebupaten Temanggung dapat memproyeksikan diri di masa depan dengan lebih baik, terutama pada masa Pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir. “Harapan orientasi kebijakan pembangunan kearah yang lebih baik untuk peningkatan kesejahteraan warga,” kata dia.

Juru bicara FPDIP Dwi Sulistyowati mengungkapkan ada perubahan arah kebijakan tahun 2021, 2022 dan 2023. Arah kebijakan 2021 menjadi pemulihan ekonomi, pemerataan pembangunan wilayah dan pelestarian lingkungan hidup.

Arah kebijakan 2022 menjadi percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. “Sedangkan arah kebijakan 2022 menjadi pemantapan pertumbuhan ekonomi pengurangan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan,” kata dia.

Juru Bicara Fraksi PAN Berkeadilan Elynawati mengatakan perubahan RPJMD harus dipandang sebagai proses dasar dari peningkatan kualitas demokrasi perencanaan pembangunan daerah, mengingat betapa pentingnya kedudukan RPJMD 2018-2023 dalam tata kepemerintahan. “Kami sangat berharap bahwa pembangunan di Kabupaten Temanggung secara konsisten selalu berpedoman kepada RPJMD yang telah dihasilkan,” kata dia.

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Andoyo mengatakan target kinerja pemda yang berkaitan dengan pelayanan dasar publik, hak asasi manusia, kesejahteraan sosial yang menyangkut hajat hidup orang banyak untuk sedapat mungkin tuntas pada periode RPJMD saat ini. “Perubahan RPJMD ini merupakan penyempurnaan perencanaan jangka menengah yang lebih baik, lebih maju dalam menyelesaikan masalah,” kata dia.

Juru Bicara Fraksi PPP Ahmad Syarif Yahya mengatakan pandemi Covid-19 yang merupakan bencana non alam telah mengoncangkan sistem kehidupan dan merambah kesemua sektor kehidupan yang semua terjadi di luar prediksi. Salah satu dampak yang sangat terasa adalah sektor perekonomian dan sektor pendidikan.

Menghadapi hal tersebut, katanya dilakukan perubahan RPJMD untuk disesuaikan kondisi riil di tengah pandemi. Sehingga target pada tiga tahun terakhir harus dirubah secara signifikan.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan pembahasan revisi RPJMD berlangsung sekitar 5 bulan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada, dan mendapatkan rumusan yang terbaik untuk Temanggung saat ini dan kedepan. “Pembangunan diarahkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Saat penyusunan RPJMD belum ada pandemi, sehingga harus menyesuaikan,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI