Ruas Jalan JJLS Baru Bingungkan Pengendara

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN (KRJOGJA.com) – Sejak dimulai pembangunannya pada Oktober 2015 lalu, proyek pembuatan jalur jalan lintas selatan selatan (JJLS) baru di wilayah Kabupaten Kebumen hingga Januari 2018 terus menunjukkan perkembangannya. 

Kendati pembangunannya belum terselesaikan seluruhnya, banyak warga masyarakatyang sudah mulai melewati ruas jalannya yang hampir 100 % selesai diaspal, dengan kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua.

"Melihat ruas jalan baru yang lurus dan mulus itu, sudah banyak warga masyarakat yang penasaran ingin melewatinya. Namun dalam sebulan terakhir ini ternyata banyak yang terkecoh dengan kemulusan jalan itu, termasuk saudara saya," ungkap pemilik warung makan di Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal Kebumenyang berjarak 200 meter dari ruas jalan JJLS baru, Suwarni, Senin (15/01/2018).

Menurut Suwarni, kondisi jalan yang bagus dan mulus tersebut ternyata bisa membuat pengguna jalan terlena, sehingga terlupa dengan arah ke lokasi yang ditujunya. Belum adanya rambu-rambu lalu-lintas, termasuk papan penunjuk jalan, ditengarai merupakan salah satu penyebab kebingungan pengguna jalan terhadap medan di sekitarnya.

" Saudara saya kemarin ingin mencoba melewati jalan baru itu sepulang dariPurworejo menuju desa kami ini. Ternyata sepanjang perjalanannya dia bingung dimana letak desa kami, hingga akhirnya desa kami terlampaui sejauh 10 kilometer," ujar Suwarni.

Ruas jalan baru sepanjang 39 kilometer dari proyek yang melewati 24 desa di 6 kecamatan ini, hingga Januari 2018 hampir terselesaikan 100 %, berada di Desa Wiromartan Kecamatan Mirit hingga Ayam Putih di Kecamatan Buluspesantren serta dari Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong hingga Tambakmulyo Kecamatan Puring. 

Sedangkan pembuatan jembatan baru di atas Sungai Luk Ulo dari Desa Ayam Putih dengan Tanggulangin, hingga Januari 2018 baru menyelesaikan sebagian konstruksi bawah. Begitu pula dengan pembuatan drainase, belum terselesaikan seluruhnya.
 
" Proyek ini ditarget selesai Desember 2018 dan mulai difungsikan Januari 2019," ujar Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Jawa Tengah, Hanung Triyono, belum lama ini. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI