Rumah Sakit Islam Fatimah Segera Angkat Direksi Baru

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Untuk penyegaran jajaran direksi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat sekaligus untuk menjawab kegaduhan dalam internal, Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarusi) akan mengangkat dan melantik direksi baru.

"Rencana penyegaran jajaran direksi tersebut untuk menjalankan fungsi organisasi dan unit kerja dalam menjalankan amanat para pendiri Yarusi tahun 1983," kata Kuasa hukum  Yayasan Yarusi Cilacap, Djoko Susanto di Purwokerto, Selasa (18/12/2019).

Menurutnya reorganisasi ini sesuai dengan Akta Notaris 55 tahun 1983 yakni Yarusi sebagai yayasan belum mati dan belum pernah dibubarkan oleh siapa pun. "Atas pertimbangan tersebut, pendiri yayasan yang masih hidup  perlu untuk melakukan sikap dan pengisian formasi Direksi Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap agar tetap bisa melayani masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang prima," jelasnya.

Djoko, menambahkan Yarusi perlu mengangkat direksi sekaligus untuk mengemban amanat dari pada pendiri dan para pemberi wakaf saat awal sejarah lahirnya rumah sakit tersebut. Dijelaskan Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap berdiri di atas tiga bidang tanah yang bersertifikat tanah wakaf sehingga tidak dapat dan tidak bisa dikuasai oleh segolongan tertentu.

Menurutnya rencana pengangkatan jajaran direksi Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap oleh Yarusi, ini sekaligus untuk menjawab kegaduhan dalam internal yayasan dan rumah sakit. Untuk proses pengangkatan jajaran direksi saat ini sedang disiapkan.

Rumah Islam Fatimah Cilacap  didirikan tahun 1983 oleh 4 orang. Tiga orang sudah meninggal dan satu masih hidup, yakni Muhaddin Dahlan. Pendirian dengan Akta No 55 dibuat dihadapan Notaris Endang Sudarwati Cilacap.

Muhaddin Dahlan pendiri Rumah Sakit Islam Fatimah mengatakan, sebagai pendiri yang masih hidup, semua dokumen terkait awal sejarah  pendirian yayasan dan rumah sakit masih tersimpan lengkap. Sehingga, posisinya  secara hukum masih sah sebagai pemilik.

"Karena saya salah satu pendiri, secara undang-undang punya kewajiban untuk mengurusi  dan memelihara. Kalau di internal masih belum memahami ini, upaya mediasi sudah kita lakukan sebelum sekarang masuk ke ranah hukum," ungkapnya.

Untuk itu, ia mengharapkan semua pihak bisa menerima dan  menghargai riwayat berdirinya  Yarusi dan sejarah rumah sakit yang secara sah masih memegang akta notaris. (Dri)

BERITA REKOMENDASI