Rusak Lahan, Warga Lereng Sumbing Sindoro Tolak Penambangan Pasir

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Warga lereng gunung Sumbing dan Sindoro berdemonstrasi menolak penambangan di Desa Kwadungan Kecamatan Kledung Temanggung karena tidak ada ijin dan merusak lahan, Jumat (8/1).

Pada aksi yang sebagian besar kaum muda itu dan dalam penjagaan kepolisian tersebut, mereka membawa dan membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan penolakkan penambangan, antara lain ‘Stop penambangan liar berdalih reklamasi’ dan ‘masyarakat kwadungan gunung menolak penambangan pasir’.

Tokoh pemuda, Taoufik Widodo mengatakan warga menolak penambangan galian c karena ilegal, tidak ada ijin dan masyarakat sangat dirugikan. Diantaranya jalan usaha tani rusak, terancam longsor dan yang paling parah terjadi menyusutnya debit mata air di Desa Kwadungan Gunung dan Jurang.

“Tebing penahan jalan usaha tani sudah mulai longsor. Masyarakat khawatir jika aktivitas tidak berhenti, akan merusak jalan usaha tani yang merupakan satu-satunya akses menuju lahan pertanian,” kata pemuda yang juga Ketua GP Ansor Pimpinan Anak Cabang Kledung itu.

Dia mengatakan berdasar penelusuran tidak ada ijin penambangan. Sesuai Peraturan daerah (perda) Temanggung Kecamatan Kledung adalah daerah penyangga dan bukan termasuk daerah tambang pasir sehingga aktivitas penambanag pasir dilarang keras di wilayah Kecamatan Kledung.

“Wilayah Kecamatan Kledung ini daerah resapan dan penghijauan, dalam perda juga sudah jelas melarang penambangan. Kami masyarakat Kecamatan Kledung menolak aktivitas pengalian pasir,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI