Saluran Wadaslintang Timur Belum Bisa Dibuka

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Saluran Induk Wadaslintang Timur (SIWT) belum bisa dibuka memasuki bulan Oktober 2019. Volume air dalam waduk di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kebumen itu masih di bawah ambang batas operasional. 

Aliran air belum bisa dinikmati petani wilayah Kecamatan Butuh, Pituruh, Kutoarjo, Kemiri, Grabag dan Bayan dan Ngombol. "Kalau melihat jadwal, saluran induk ditutup selama Agustus dan September untuk keperluan perawatan rutin. Biasanya saluran dibuka lagi 1 Oktober," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo Suranto, kepada KRJOGJA.com, Selasa (8/10/2019). 

Namun dalam rapat bersama yang dilaksanakan satuan kerja (satker) bidang pengairan, pertanian dan pemantau cuaca yang dilaksanakan akhir September, katanya, pihak satker pengelola Waduk Wadaslintang menyatakan apabila saluran belum bisa dibuka untuk memenuhi kebutuhan air petani Purworejo. 

Pihak satker menyampaikan apabila elevasi air waduk pada posisi 152,92 meter dengan volume 116 juta meter kubik per 24 September 2019. Ambang batas operasi waduk itu pada titik elevasi 165 meter. Penurunan elevasi karena pengaruh kemarau panjang. 

Dalam rapat juga disampaikan apabila elevasi berpotensi turun sampai datangnya musim hujan. Sebab, kendati tidak digunakan mengairi sawah, pengelola tetap mengeluarkan air secara berkala untuk memanaskan turbin pembangkit listrik. 

Kesimpulan rapat, katanya, saluran baru dibuka setelah hujan turun dengan stabil dan elevasi air melebihi ambang batas. "Nanti kalau sudah tercapai, rapat kembali dilaksanakan untuk menentukan kapan saluran akan dibuka," ucapnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI