Sambut Libur Akhir Tahun, Ketep Pass Bersolek

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sambut libur akhir tahun dan menyambut tahun baru 2019, salah satu destinasi andalan milik Pemkab Magelang yakni Ketep Pass terus bersolek. Sejumlah sarana prasarana dan fasilitasnya diperbaiki, salah satunya pintu gerbang dan loket masuknya yang telah selesai direnovasi. Jalan menuju Ketep Pass juga telah selesai diperbaiki, bahkan beberapa tempat sudah dilebarkan sehingga memudahkan bus-bus besar masuk dan parkir.

Objek wisata berlokasi di antara Gunung Merapi dan Merbabu ini, dikenal memiliki keistimewaan sendiri. Selain bisa menyaksikan secara dekat kemegahan kedua gunung tersebut, para pengunjung juga menikmati sejumlah wahana seperti museum dan theatre Merapi, aneka kuliner dan lainnya.

"Setiap tahunnya wisatawan yang datang semakin meningkat. Untuk tahun 2018 ini kita di target mendapat pemasukan Rp 6,2 milyar rupiah atau sekitar 400- 500 ribu pengunjung. Sejauh ini sudah hampir tercapai. Semoga pada libur akhir tahun ini, terealisasi bahkan melebihi,” kata Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran BPOW Ketep Pass, Edward Alfian, Kamis (27/12/2018).

Target tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 2017 dan 2016, dimana pada tahun 2016 ditarget pemasukan sekitar Rp 4,1 milyar dan tahun 2017 Rp 5,5 miliar. “Sejak tahun 2010 baru sekali kami mencapai target yakni pada tahun 2014 lalu, dimana target kala itu Rp 3,5 Milyar dan kami mampu mendapatkan sekitar Rp 3,6 Milyar. Hal ini terjadi, dimungkinkan karena berbagai faktor. Salah satunya tersedianya kantong parkir. Untuk saat ini, meskipun kita sudah ada namun saya rasa masih kurang jika tiba musim libur panjang seperti ini,” ungkapnya.

Disampaikan, banyak wisatawan yang datang menggunakan bus-bus, dan selama ini selalu diupayakan tetap tertata rapi di tempat yang sudah disediakan. “Kami sudah menemukan beberapa rencana kedepan terkait hal ini, dimana saat musim ramai wisatawan akses jalan menuju ketep ke desa banyuroto sementara dialihkan dan jalan tersebut, khusus dijadikan parkir wisata. Untuk jalur alternative, saat ini memang sudah ada, namun belum siap dilalui kendaraan umum. Kami sudah berupaya mengajukan ke pihak berwenang untuk pembenahan jalur alternative tersebut, karena desa-desa di sekitar lokasi juga mendukung,” tegas Edward.

Terlepas hal itu, pihaknya tetap optimis wisatawan yang akan berkunjung akan tetap mencapai target. "Minimal mendekati target yang sudah ditentukan dengan adanya peningkatan-peningkatan fasilitas dan pelayanan dari kami. Syukur bisa melampaui,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI