Sang Kakek Alumni HKS, Sandiaga Uno Napak Tilas ke SMAN 7 Purworejo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno napak tilas ke SMAN 7 Purworejo, Rabu (24/06/2021) siang. Sandiaga Uno berkeliling melihat sekolah itu setelah mengetahui kakeknya, HR Abdullah Rahman bin Ali Rahman, pernah bersekolah di SMAN 7 Purworejo yang pada masa pemerintahan Kolonial Belanda bernama Hoogere Kweekschool (HKS).

Sandiaga berkunjung ke SMAN 7 Purworejo disela kesibukannya mengkoordinasikan sektor pariwisata di kawasan strategis Candi Borobudur di Magelang dan Purworejo. Menparekraf juga meresmikan Taman Belajar Anak Bangsa, Widya Tama Sasana SMA N 7 Purworejo.

“Hari ini adalah sebuah anugerah bagi saya, bisa menyempatkan waktu berkunjung ke sekolah ini,” kata Sandiaga Uno, saat memberi keterangan di hadapan awak media.

Menurutnya, kehadirannya ke sekolah itu adalah bentuk napak tilas jejak perjalanan sang kakek yang pernah mengenyam pendidikan di HKS selama tiga tahun. Fakta tentang kakeknya itu baru diketahui Sandiaga setelah menerima surat dari Kepala SMAN 7 Purworejo Niken Wahyuni MPd.

Dalam surat itu, Niken menyampaikan informasi bahwa HR Abdullah Rahman belajar ilmu keguruan di HKS dan lulus pada tahun 1931. “Kebijakan saya adalah setiap surat yang masuk ke kantor harus sampai meja saya dan dibalas. Setelah membaca surat dari SMA 7, saya tertarik untuk datang berkunjung,” tuturnya.

Selama berkunjung, Sandiaga mengaku takjub dengan terawatnya bangunan SMA 7 Purworejo yang dibangun pada tahun 1915 atau berumur kurang lebih 106 tahun itu. Bangunan, lanjutnya, masih berdiri kokoh, bahkan juga dimanfaatkan untuk aktivitas wisata heritage.

Sandiaga berharap SMA N 7 Purworejo tetap menjadi destinasi wisata sejarah yang terus terjaga kelestariannya dan mampu mencetak individu cerdas berakhlakul karimah. “Saya juga berharap sekolah ini menjadi daya dukung pengembangan destinasi super prioritas Borobudur yang kebetulan otoritasnya dibawah Kemenparekraf RI,” ucapnya.

Kepala SMA 7 Purworejo Niken Wahyuni mengemukakan, kehadiran Sandiaga Uno sejalan dengan tujuan sekolah yang tengah mengembangkan kawasan wisata heritage dan pedidikan di lingkungan sekolah. “Harapannya kedatangan beliau membawa kemajuan, restorasi sangat memungkinkan dilakukan pemerintah karena kawasan ini betul-betul butuh untuk dijaga kelestariannya,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, sekolah tidak akan pernah melupakan tujuan utama diselenggarakannya pendidikan yakni menyiapkan generasi muda Purworejo yang cerdas termasuk dalam menghadapi situasi pandemi saat ini.

“Sejalan dengan pesan Menparekraf, anak-anak harus cerdas dan kelak harus bisa masuk dalam dunia ekonomi kreatif dan pariwisata,” katanya.

Pegiat cagar budaya yang juga guru SMA N 7 Purworejo, Widyastuti Tri Sulistyorini menjelaskan, berdasar catatan sejarah HR Abdullah Rachman bin Ali Rachman lahir di Batavia tahun 1909 dan menamatkan Kweekschool di Cirebon tahun 1927. Setelah itu, Abdullah melanjutkan pendidikan di HKS Purworejo.

Almarhum bekerja sebagai guru Vervolkschool sampai tahun 1939, lalu pindah ke Majalengka hingga tahun 1942, pindah lagi menjadi guru SGB kemudian guru SGA di Malang sampai tahun 1948. “Setelah itu pindah menjadi guru SGA merangkap SMA di Bogor hingga pensiun menetap di Bogor dan beliau wafat di Bogor pada tahun 1976,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI