Santriwati Ponpes Miftahul Roshidin Mondok di RS

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung kembali sisir Pondok Pesantren Miftakhul Roshidin, Cekelan Lingkungan Madureso Kecamatan Temangggung untuk menemukan kembali santri yang keracunan. Hingga Senin (25/11/2019) malam terdapat  63 santriwati keracunan. Mereka yang dirawat di rumah sakit mencapai 63 anak, yang terinci 52 anak rawat inap dan 11 anak rawat jalan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sukamsih mengatakan Senin malam, pihaknya kembali mendatangi ponpes untuk menyisir kembali santriwati yang menderita keracunan. "Kami sedang menyisir apakah ada kasus baru atau tidak, kami juga perdalam keterangam dari santri dan ponpes," katanya.

Baca juga :

Puluhan Santriwati Ponpes Miftakhul Roshidin Temanggung Keracunan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Supardjo MKes merinci laporan akhir santri yang dirawat di sejumlah rumah sakit, di RSUD dirawat 38 anak, RS Gunung Sawo sebanyak 11 anak dan PKU Muhammadiyah sejumlah 3 anak. Dia menyampaikan santri mengeluh sakit perut, mual dan pusing yang kemudian diare.

Dinas Kesehatan menetapkan kejadian luar biasa (KLB) dan kemudian menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan atas kejadian itu dengan mengambil sampel sisa makanan yang dikonsumsi dan air, untuk kemudian diteliti. "Sejumlah santri juga dimintai keterangan terkait makanan yang dikonsumsi sebelumnya," katanya.

Dia menyampaikan setelah mendapat perawatan medis, secara umum kondisi santri telah mulai membaik. Sedangkan makanan yang meracuni santri diduga yang disediakan di koperasi setempat.

Sementara itu sumber dari sejumlah santri menyebutkan pondok pesantren menerima kiriman makanan berupa masakan balungan dari seorang alumni ponpes yang tinggal di Kecamatan Bansari. Namun tidak semua santri yang diare memakannya, sebab ada juga yang memakan ceker crispy, cilok dan cireng yang dijual di koperasi ponpes pada Minggu (24/11/2019).

Senin dini hari, sekitar 15 santri mengeluh pusing, mual dan diare yang kemudian berobat ke Klinik Brastomolo yang ada tidak jauh dari ponpes. Hingga kemudian puluhan santriwati turut pula menderita hal yang sama. "Santri menderita sakit perut dan diare, kami makan yang disediakan koperasi," kata Santriwati, Isfina. (Osy)

BERITA REKOMENDASI