Saresehan Sajak Sunyi Budhi Setyawan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Saresehan dan diskusi Buku ‘Sajak Sajak Sunyi’ karya Penyair Budhi Setyawan menjadi sebuah ungkapan kegelisahan sang guru bahasa yang seringkali kesulitan menterjemahkan sebuah puisi. Bahkan seringkali dalam sebuah puisi dimaknai berbeda diantara tiga guru.

“Kami pernah bertiga, sesama guru bahasa, dalam memaknai satu buah puisi, namun berbeda-beda,” kata Santi, salah seorang guru dalam saresehan itu di Aula Kantor PKK Kabupaten Purworejo, Minggu (3/8).

Kondisi ini sangat mungkin terjadi, karena dalam sebuah puisi menurut Pimpinan Kelompok Peminat Seni Sastra (KOPISISA) Purworejo H Soekoso DM SPd, bisa dimaksai berbeda oleh para pembacanya. Bahkan saat membaca puisi dengan kondisi jiwa tenang dan gelisah juga berbeda. “Dalam sebuah puisi akan sarat dengan kata-kata simbolisme. Simbolisme itu sendiri sangat kompleks,” kata Soekoso yang membedah sajak sajak Budhi Setyawan ini.

Bahkan menurut Budhi Setyawan sendiri, banyak guru yang masih kesulitan dalam memaknai sebuah puisi. “Saya sering bertanya pada para guru bahasa di Bekasi, dan ternyata juga sering mengalami kesulitan yang sama,” kata Budhi Setyawan, yang lahir di Purworejo dan kini menjadi PNS di Kemenkeu RI ini. (Nar)

BERITA REKOMENDASI