Sarpras Terbatas, Banyak Anak Berkebutuhan Khusus Tidak Sekolah

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dengan wajib belajar 12 tahun hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi. Banyak kendala yang dihadapi sehingga masih banyak anak usia sekolah yang ternyata tidak mengenyam pendidikan. Belum lagi anak berkebutuhan khusus yang karena keterbatasan sarana dan prasarana (Sarpras) sehingga tidak bersekolah.

“Anak-anak berkebutuhan khusus ini hampir di setiap desa ada, bahkan lebih dari tiga anak. Mereka kesulitan mengakses pendidikan karena keterbatasan sarpras,” kata Suparno seorang pendidik dari Kecamatan Pituruh Purworejo, Jumat (21/2).

Dalam forum perangkat daerah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purworejo dalam rangka penyusunan rencana kerja tahun 2021 di pendapa Hotel Ganesha, banyak persoalan pendidikan yang terungkap. Mulai dari sarpras pendidikan yang belum memadahi, kebutuhan dan penyebaran guru hingga pembiayaan pendidikan lainnya.

Menurut Suparno, mestinya pemerintah memberikan fasilitas khusus terhadap anak berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa mengenyam pendidikan seperti anak lainnya. “Di wilayah perbatasan, kebutuhan pendidikan kaum inklusi sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Disisi lain Mukhlasin, tenaga pendidikan dari wilalayah Kecamatan Bener berharap akan adanya perhatian dari tenaga guru tidak tetap (GTT), mengingat peran mereka sangat besar. Apalagi di Purworejo kini banyak guru PNS yang sudah purna tugas, sehingga ada satu SD yang guru PNS-nya hanya dua, dan lainnya tenaga GTT. “Honor mereka sangat kecil hanya sekitar Rp 600.000 per bulan, jauh dari UMK. Apalagi jika dibandingkan dengan honor perangkat desa,” keluhnya.

Kepala Disdikpora Purworejo Sukmo Widi Harwanto SH MH juga mengakui, jika dunia pendidikan banyak mengalami kendala. Kebutuhan guru masih banyak yang bergantung kepada GTT. Padahal ini sebenarnya juga bertentangan dengan peraturan pemerintah (PP). “GTT ini memang bagaikan buah simalakarma, sangat dibutuhkan tapi juga terkendala dengan peraturan,” jelasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI